Seluruh Daratan Eropa Beku, 60 Orang Tewas Kedinginan

Seluruh Daratan Eropa Beku, 60 Orang Tewas Kedinginan

Cuaca dingin ekstrem yang membekukan seluruh daratan Eropa. (foto - ist)

London - Sedikitnya 60 orang dinyatakan tewas akibat cuaca ekstrem di mana temperatur berada pada titik beku, melanda hampir seluruh daratan Eropa. Fenomena alam itu tak hanya terjadi di negara yang dekat dengan kutub utara, tapi juga sampai ke Rumania dan Inggris.
 
Seperti dilansir The Telegraph, Rabu (11/1/2017) sebagian besar korban tewas merupakan gelandangan atau orang-orang telantar. Selain itu ada juga golongan rentan maupun lanjut usia. Mereka rata-rata tewas akibat kedinginan, hipotermia, penyakit atau kecelakaan.
 
Udara dingin tersebut membuat pemerintah Rumania menghentikan lalu lintas perkapalan di sepanjang 565 mil Sungai Danuber, karena seluruhnya tertutup dengan es dan menutup jalur di Sungai Sava dari Serbia. Di Polandia, dilaporkan 20 orang tewas sejak udara dingin mulai menyelimuti negara itu. 
 
Kondisi itu diperparah dengan kabut tebal yang menyebabkan sejumlah sekolah dan pelayanan kesehatan di Rubnik ditutup. Sementara, pemerintah menyiapkan transportasi gratis untuk mengurangi polusi.

Di Macedonia, tiga orang ditemukan tewas dalam beberapa hari terakhir ini, akibat temperatur yang mencapai minus 20 derajat Celcius. Pria gelandangan berusia 68 tahun tewas dalam kondisi membeku di Skopje, lalu pria 60 tahun tewas di depan rumahnya di selatan Kota Strumica. Seorang wanita berusia 80 tahun ditemukan tak bernyawa di timur Macedonia.

Kejadian itu membuat pemerintah telah mengumumkan para gelandangan untuk menghangatkan diri di penampungan atau sekolah terdekat. Di Serbia, pemerintah mengungkapkan, pria berusia 88 tahun dan putranya yang berusia 64 tahun tewas karena kedinginan di Desa Duga Poljana. Cuaca di kawasan ini dilaporkan paling parah dibandingkan dengan wilayah lainnya. 
 
Sementara televisi nasional melaporkan, dua korban tersebut merupakan warga miskin, mereka ditemukan oleh pengantar roti dari desa tetangga. Sedikitnya lima orang tewas di Albania, di mana salju muncul untuk pertamakalinya di selatan Kota Sarada sejak 32 tahun terakhir. Pria gelandangan ditemukan tewas di Kota Korca.

Temperatur terendah pun membuat akses dari dan ke Kota Bulqize terputus akibat salju yang tebal. Sejumlah penduduk di kota ini harus bertahan hidup dengan listrik dan air yang sudah dihentikan operasionalnya, helikopter dari militer terus bergerak mengirimkan bantuan di kota yang berada di pegunungan itu.

Pemerintah Lesbos, Yunani menyatakan akan mengevakuasi 250 pengungsi dari tenda perkemahan detensi menuju kamar hotel yang kosong. Tindakan itu dilakukan setelah salju lebat terus berjatuhan di negara itu, kebijakan ini diambil setelah mendapatkan kritik dari banyak lembaga bantuan.

"Kami mengecam kondisi yang dihadapi pengungsi di Lesbos sangat tidak manusiawi. Mereka hidup di lumpur dan salju, tidur di tenda sempit bersamaan dan menyalakan api di dalamnya agar tetap hangat," keluh seorang dokter rumah sakit umum.

Pemerintah Yunani sendiri menyatakan telah mengirimkan kapal angkatan lautnya ke Lesbos, untuk dijadikan tempat perlindungan bagi penduduk. Sementara sejumlah penerbangan di kota kedua terbesar di negeri itu, Thessaloniki dibatalkan. Negara juga sudah mengumumkan kondisi darurat bagi beberapa wilayah.

Butiran salju juga terjadi di kota kuno Acropolis di Athena, dan membuat sejumlah sekolah ditutup. Sementara, 10 penampungan hangat dibangun untuk kaum gelandangan.

Seorang lainnya juga dilaporkan tewas di Istanbul setelah tertimpa kanopi sebuah masjid akibat angin kencang dan tumpukan salju. Peristiwa itu berlangsung saat korban tengah mengikuti upacara pemakaman dekat bandara utama Istanbul, bersama 10 orang lainnya.

Sedangkan di Rumania, walikota Bucharest memerintahkan sekolah untuk tetap ditutup di sisa liburan. Negara tengah berjuang untuk menghadapi udara yang beku karena telah menyebabkan penundaan perjalanan, pemadaman listrik dan lonjakan permintaan untuk gas alam dan listrik.
 
Sedangkan Met Office, BMKG Inggris telah mengeluarkan peringatan bahaya cuaca angin dan salju terhadap sejumlah lokasi di Skotlandia dan Inggris utara, karena cuaca dingin diperkirakan segera tiba di Inggris.

Suhu dan dan udara dingin diperkirakan akan menyebar ke selatan hingga Minggu nanti, yang disertai angin kencang di seluruh bagian. Sejumlah pengendara pun diminta berhati-hati saat mengemudi, karena salju dan udara dingin bisa membahayakan nyawa mereka. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,