Jabar Selatan Pasar Potensial BPR

Jabar Selatan Pasar Potensial BPR

Jabar Selatan Pasar Potensial BPR

Bandung - Ketua DPD Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Jawa Barat Andi Gunawan mengemukakan pertumbuhan pasar bank perkreditan rakyat (BPR) di kawasan Jabar selatan cukup signifikan dan potesial.

 

"Pasar BPR masih cukup luas di Jabar, khususnya bagian selatan atau kawasan Priangan. Pelaku usaha mikro di kawasan itu cukup potensial dan pasarnya masih bisa ditingkatkan lagi," katanya di Bandung, Kamis (13/11/2014).

 

Dengan pasar yang masih luas, kata dia, perkembangan BPR di kawasan itu juga cukup signifikan, baik itu dalam penghimpunan dana pihak ketiga maupun penyaluran pembiayaan.

 

Menurut Andi, masyarakat khususnya para pelaku usaha mikro kecil di kawasan Jabar selatan cukup dekat dan familiar dengan keberadaan BPR di kawasan itu.

 

"Sebagian besar nasabah BPR di sana sudah familiar dan nasabah lama. Di sisi lain BPR di kawasan itu bisa mempertahankannya melalui pendekatan karakter budaya setempat," katanya.

 

Secara umum Ketua DPD Perbarindo Jabar itu menyebutkan peluang pengembangan bisnis BPR di Jabar masih cukup besar sehingga pertumbuhannya bisa dipertahankan.

 

"Meski jumlahnya sangat banyak, namun potensi pasar BPR masih sangat luas. Diharapkan, pertumbuhannya pada akhir tahun 2014 ini mencapai 15 persen," katanya.

 

Lebih lanjut, Andi menyebutkan persaingan BPR di Jabar dalam merain pasar cukup ketat. Selain dengan sesama BPR juga dengan bank-bank umum yang menyasar pasar mikro kecil atau sektor riil.

 

"Persaingan BPR cukup ketat, dari sekitar 200 lebih BPR di Jawa Barat sekitar 50 persen berada di wilayah Bandung Raya," katanya.

 

Sedangkan untuk meningkatkan kinerja, sebagian PBR sudah melakukan modernisasi dengan mengembangkan jaringan dan penggunaan teknologi informasi. Namun demikian jumlahnya masih sedikit, sebagian besar BPR masih menggunakan sistem konvensional dan belum terkoneksi ke jaringan IT.

 

"Pembangunan IT membutuhkan dana tidak sedikit, sehingga tidak semua BPR sanggup. Namun sebagian sudah membangun jaringan IT," katanya.

 

Sementara itu Ketua Umum Perbarindo Joko Suyanto menyatakan total jumlah BPR saat ini mencapai 1.635 unit dengan total aset sebesar Rp82,6 triliun. Pertumbuhan penyaluran kredit BPR tahun lalu menyentuh 11,87 persen.

 

Menurut Joko Suyanto, penyaluran kredit pada tahun 2014 diperkirakan melambat, namun realisasi hingga Agustus telah tumbuh 14,81 persen. Sedangkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 13,14 persen hingga Agustus 2014. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:jabar,