Menanti Pembuktian Diri Gian Zola Bersama Persib

Menanti Pembuktian Diri Gian Zola Bersama Persib

Gian Zola Nasrulloh

Bandung - Sebagai pesepakbola berbakat sekaligus bintang masa depan Persib Bandung memang sudah melekat pada Gian Zola Nasrulloh, seiring aksi impresifnya di level junior. Kini, pemuda berusia 18 tahun itu memasuki periode krusial dalam karirnya. 
 
Ia pun ditantang untuk membuktikan kualitas sebagai pemain andal, bukan lagi di level junior tapi di panggung sesungguhnya, yakni kompetisi senior. Rencana regulasi PSSI yang mewajibkan setiap tim memainkan tiga pemain muda berusia di bawah 23 tahun di Liga Indonesia musim 2017 merupakan "berkah" bagi Zola dan pemain seusia lainnya.
 
Meski wacana regulasi itu ditanggapi agak minor oleh kalangan pemain senior lantaran dianggap memanjakan pemain muda, dan berpotensi menurunkan kualitas kompetisi. Peraturan ini dinilai menghilangkan kompetisi internal perebutan tempat utama di tim. Tanpa perlu bersusah payah mengadu kualitas dengan para pemain senior, pemain muda sudah mendapatkan garansi untuk berada di skuat inti dan tampil penuh pada setiap laga.
 
Namun demikian, anggapan bernada sangsi itu dinilai Zola sebagai tambahan pelecut semangat. Ia berambisi membuktikan kalau partisipasinya di tim utama Persib kelak bukan semata karena pertolongan regulasi, tapi memang karena kelayakan kompetensi.
 
"Regulasi ini memang memberikan kesempatan besar sekaligus tantangan khususnya buat saya untuk membuktikan kualitas, sehingga layak bermain di Persib senior. Saya merasa siap, harus siap dan sudah saatnya naik level," kata pemain terbaik Asia Pasifik dalam turnamen Manchester United Premier Cup (MUPC) di Trafford Training Centre, Carrington Manchester Inggris pada 2013 itu. 
 
Menurut Zola, perlu persiapan matang secara individu. Fisik yang prima adalah kebutuhan mutlak untuk melakoni puluhan pertandingan secara maraton. Oleh karena itu, selagi program latihan tim Persib libur, pemain dengan kekuatan utama pada kaki kiri itu tetap memforsir latihan fisik.
 
"Bersaing dengan pemain senior pastinya tidak mudah, saya pernah merasakan ketika main di Piala Jenderal Sudirman. Soal pengalaman pasti kalah, karena itu harus banyak meminta nasihat dan masukan dari senior. Saya juga harus memperkuat fisik, sehingga selama libur tetap latihan fisik sama pelatih PON kemarin," kata pemain yang ikut berperan mengantarkan tim sepakbola Jawa Barat merajai PON 2016 itu.
 
Pada ssi lain, sepak terjang Febri Hariyadi pun menjadi penambah motivasi Zola. Rekan seangkatannya di akademi Persib itu sudah lebih dulu menembus skuat senior, setelah memamerkan performa impresif di pentas ISC 2016 lalu, sehingga langsung menjadi pemain kepercayaan Pelatih Djadjang Nurdjaman.
 
"Kesuksesan Febri tentunya menjadi tambahan motivasi buat saya. Kalau Febri bisa, kenapa saya tidak. Yang pasti, saya harus bekerja keras dalam latihan reguler dan menambah porsi latihan secara pribadi agar bisa melengkapi kemampuan secara fisik maupun skill," kata gelandang serang itu. (Jr.)** 
.

Categories:Persib,
Tags:,