Jumlah TKI “Kembali” ke Tanah Air Menurun

Jumlah TKI “Kembali” ke Tanah Air Menurun

Jumlah TKI “Kembali” ke Tanah Air Menurun

Jakarta- Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyatakan jumlaj TKI yang kembali ke Tanah Air pada Januari-September 2014 mencapai 167.613 orang atau turun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

 

"Tahun 2010 jumlah TKI yang kembali ke Indonesia sebanyak 539.169 orang, tahun 2011 sebanyak 494.266 orang, tahun 2012 sebanyak 393.720 orang dan tahun 2013 menurun menjadi sebanyak 260.093 orang," kata Kepala Bagian Humas BNP2TKI Haryanto di Jakarta, Kamis (13/11/2014).

 

Dia menambahkan pada saat itu TKI kembali ke Indonesia melalui pintu masuk di Balai Pelayanan Kepulangan (BPK) TKI Selapajang Tangerang sebanyak 24.104 orang, kepulangan TKI mandiri di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 38.105 orang, Bandara Juanda Surabaya sebanyak 42.914 orang, Bandara Ahmad Yani Semarang sebanyak 22.262 orang dan Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang sebanyak 13.082 orang.

 

Selain itu, lanjutnya TKI yang kembali ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Lombok sebanyak 7.138 orang, Bandara Adi Soetjipto Yogyayarta sebanyak 5.605 orang, Bandara Adi Soemarmo Solo sebanyak 7.466 orang, Entikong sebanyak 2.420 orang, Nunukan sebanyak 1.647 orang, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sebanyak 1.280 orang, Bandara Husein Sastranegara sebanyak 372 orang dan Kualanamu Medan sebanyak 1.218 orang.

 

Penurunan jumlah TKI yang kembali ke Indonesia melalui 13 pintu debarkasi itu disebabkan diberlakukannya Permenakertrans Nomor 16/2012, yang menegaskan TKI dapat pulang secara mandiri.

 

Selain itu, kata dia, dilakukan pengetatan di pintu masuk perbatasan sehingga TKI pindah kerja ke lain tanpa pulang dulu ke Indonesia.

 

"Moratorium penempatan TKI informal ke beberapa negara di Timur Tengah juga menyebabkan penurunan jumlah kedatangan TKI," ujarnya.

 

Menurut dia, dari 167.613 orang TKI yang kembali ke Indonesia, 27.528 orang merupakan TKI bermasalah. Seluruh TKI yang kembali ke Indonesia melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang dan Nunukan merupakan TKI bermasalah.

 

Sedangkan TKI bermasalah yang kembali ke Tanah Air melalui Balai Pelayanan Kepulangan TKI Selapajang Tangerang sebanyak 8.727 orang, Bandara Juanda sebanyak 1.778 orang, Bandara Ahmad Yani sebanyak 238 orang, Bandara Lombok sebanyak empat orang, Bandara Adi Soetjipto sebanyak 116 orang.

 

Selain itu, kata dia, TKI bermasalah yang kembali ke Indonesia melalui Bandara adi Soemarmo sebanyak 27 orang, Entikong sebanyak 1.830 orang, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dua orang, Bandara Husein Sastranegara 28 orang dan Kualanamu Medan 48 orang.

 

Sementara jumlah TKI yang bekerja ke luar negeri pada Januari-30 September 2014 sebanyak 325.821 orang, terdiri dari perempuan 183.828 orang dan pria 141.993 orang.

 

Jumlah TKI yang bekerja di sektor formal pada saat itu sebanyak 178.726 orang, sedangkan sektor informal 147.095 orang.

 

Penurunan TKI yang bekerja di sektor informal disebabkan pembenahan penempatan TKI di beberapa negara Timur Tengah.

 

Selain itu, lanjutnya, BNP2TKI melakukan pengetatan penempatan TKI dengan pemberlakuan durasi pelatihan dan ketersediaan tenaga yang tidak memiliki ketrampilan di daerah berkurang. (AY)

.

Categories:Ekonomi,