Kasus Eks Dirut Garuda Libatkan Sejumlah Nama di Asia-Eropa

Kasus Eks Dirut Garuda Libatkan Sejumlah Nama di Asia-Eropa

Emirsyah Satar.

Jakarta - Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan mantan petinggi BUMN itu adalah Emirsyah Satar.
 
Namun, KPK belum menjelaskan detail terkait kasus yang menimpa eks Dirut Garuda itu. Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, kasus itu melibatkan sejumlah nama di beberapa negara di Asia dan Eropa. "Aliran dana diduga melibatkan sejumlah nama di beberapa negara di Asia dan Eropa," kata Febri di Jakarta, Kamis (19/1/2017).
 
Menurut Febri, penyidik KPK akan menggeledah sebuah tempat di daerah Pesanggrahan Jakarta Selatan. Penggeledahan bukan operasi tangkap tangan (OTT) KPK. "Ini berdasarkan penyelidikan, bukan operasi tangkap tangan. Sebab ini kasus baru, perlu kami update sesegera mungkin," kata Febri.
 
Sejauh ini, menarik untuk diketahui bagaimana sepak terjang Emirsyah selama memimpin Garuda? Emirsyah menggawangi badan usaha milik negara (BUMN) penerbangan itu cukup lama. Banyak yang menilai ia mampu membawa Garuda Indonesia bangkit dari keterpurukan, seusai nyaris bangkrut dan terlilit utang besar pada 2005.
 
Emirsyah Satar, pria kelahiran Jakarta 28 Juni 1959, merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia memulai kariernya sebagai auditor di PricewaterhouseCoopers Jakarta, 1983. Setelah itu ia bergabung dengan Citibank Jakarta sebagai Asisten Vice President of Corporate Banking Group pada 1985.
 
Periode 1990-1994, ia menjabat General Manager Corporate Finance Division Jan Darmadi Group di Jakarta. Pada November 1994 sampai Januari 1996, Emirsyah Satar menduduki posisi Presiden Direktur PT Niaga Factoring Corporation, Jakarta. 
 
Setahun kemudian, ia menapaki karier sebagai Managing Director (CEO) Niaga Finance Co. Ltd, Hongkong. Barulah setelahnya dia memulai karier sebagai Direktur Keuangan (CFO) Garuda Indonesia, sebelum bergabung dengan Bank Danamon sebagai Wakil  Direktur Utama (2003-2005).
 
Emirsyah pun lalu dipercaya Menteri Negara BUMN Sugiharto saat itu, sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia pada 2005. Emirsyah memimpin Garuda Indonesia selama hampir 10 tahun. Sebelum akhirnya mengundurkan diri pada 2004 dan digantikan Arief Wibowo.
 
Selama di Garuda Indonesia, ia memegang beberapa jabatan seperti Presiden Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Anggota Board of Governors the International Air Transport Association (IATA) dan Chairman Association of Asia Pacific Airlines (AAPA).
 
Sepanjang dipimpin Emirsyah Satar, Garuda Indonesia tak berhenti melakukan ekspansi. Pembelian pesawat besar-besaran antara lain melalui Program Quantum Leap. Garuda juga melakukan memperbaiki layanan untuk kembali meraih kepercayaan dari penumpang ataupun regulator keselamatan penerbangan. 
 
Bahkan, Skytrack menempatkan Garuda Indonesia dalam 10 besar maskapai terbaik di dunia. Di bawah kepemimpinannya, Garuda kembali menerbangi langit Eropa. Untuk memperluas pangsa pasarnya, Garuda juga memutuskan bergabung dalam aliansi maskapai penerbangan global, Skyteam.
 
Emirsyah juga mulai membuka rute baru dan yang pernah ditinggalkan Garuda Indonesia, mendirikan anak usaha yang bergerak di layanan penerbangan murah Citilink. Termasuk sejumlah gebrakan lainnya, dan membawa Garuda ke lantai bursa. Lepas dari Garuda,Emirsyah berlabuh sebagai Chairman MatahariMall.com, situs e-Commerce milik Lippo Group. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,