Sejumlah Bank Mulai Pindahkan Ribuan Pekerja dari Inggris

Sejumlah Bank Mulai Pindahkan Ribuan Pekerja dari Inggris

Kantor pusat HSBC di Inggris. (foto - HSBC)

London - Sejumlah bank bersiap untuk memindahkan ribuan karyawan dari Inggris, setelah Perdana Menteri Theresa May mengungkapkan bahwa dia benar-benar ingin bersiap dengan Uni Eropa. Dengan adanya Brexit, berarti Inggris akan berhenti menjadi anggota dari pasar internal Uni Eropa.
 
Kondisi itu memaksa kalangan perbankan dan sektor jasa keuangan yang berbasis di Inggris selama ini, menggeser pekerjaan dan operasi ke Uni Eropa. Hal itu untuk memastikan mereka dapat terus melakukan bisnis di 27 anggota, yang tersisa pada blok itu.
 
"Hal tersebut memang mengerikan untuk jasa keuangan. Ini akan menyebabkan banyak gangguan dalam komunitas keuangan," kata Managing Director Konsultasi Risiko Eurasia Group Mujtaba Rahman.
Dilansir CNN, CEO UBS Axel Weber misalnya mengaku, sebanyak 1.000 dari 5.000 karyawan UBS di Inggris Raya akan pindah ke Eropa. Sementara itu, HSBC yang merupakan bank terbesar di Inggris, juga akan memindahkan sekitar 1.000 pekerja ke Paris.
 
Begitu pun CEO Bank Stuart Gulliver menyatakan, pihaknya menghasilkan sekitar 20 persen dari pendapatan perdagangan yang berbasis Inggris Raya.
 
Sementara itu, CEO Lloyd of London Inga Beale mengatakan, akan bergerak cepat untuk mendirikan anak perusahaan di Uni Eropa demi menjaga 11 persen dari penjualan perusahaan, yang berasal dari benua itu.
 
"Kami tak akan lagi berlisensi, kami tidak akan lagi dapat memberikan asuransi bagi pemegang polis Uni Eropa," kata Beale. Sektor jasa keuangan berkontribusi sebesar 12 persen untuk ekonomi Inggris, dan industri perbankan tersebut mempekerjakan sedikitnya 2,2 juta orang. (Jr.)**
.

Categories:Perbankan,
Tags:,