Ormas Bali Serukan Toleransi Beragama Tolak FPI di NKRI

Ormas Bali Serukan Toleransi Beragama Tolak FPI di NKRI

Para pecalang atau penjaga keamanan di Bali. (foto - ist)

Denpasar - Sejumlah elemen masyarakat di Bali melakukan apel kebersamaan di Lapangan Lumintang, Minggu (22/1/2017). Acara yang digagas ormas Baladika Bali itu menyerukan kedamaian, dan pentingnya toleransi antar umat.
 
Lewat aksi tersebut seluruhnya menolak keberadaan Fron Pembela Islam (FPI) di Bali, dan umumnya di NKRI. Mereka menilai, gerakan yang dilakukan ormas FPI telah memecah belah kerukunan umat beragama pada umumnya.
 
Hal itu tak hanya karena kenyamanan di Bali yang terusik dengan adanya ungkapan Jubir FPI, Munarman yang dinilai memfitnah pecalang dan membuat umat muslim di Bali resah. Namun hal itu telah dilaporkan ke ranah hukum di Polda Bali.
 
Menurut Sekretaris Baladika Bali, I Komang Merta Jiwa, apel kebersamaan ini merupakan bukti nyata untuk menyuarakan ketidak-patutan gerakan dari ormas FPI. Oleh karena itu, pihaknya menolak kehadiran FPI khususnya di Bali.
 
Selain tegas menolak FPI, pihaknya juga menolak paham-paham radikal, aksi provokatif dan seterusnya yang mengancam persatuan dan kesatuan umat di Indonesia.
 
"Kami ingin menyampaikan menolak gerakan dari FPI, yang selama ini disuarakan melalui Youtube dan media yang kontroversial. Terlebih ada rekaman, pecalang Bali sudah melakukan tindakan yang sangat tidak bermoral salah satunya pecalang di Bali melarang salat Jumat. Melalui moment ini sangat tegas kami katakan itu tidak ada, kami di Bali sangat harmonis sangat baik dalam bertoleransi," katanya di Lapangan Lumintang.
 
Apel kebersamaan yang dihadiri oleh sekitar 1.500 orang itu terdiri atas massa Nahdatul Ulama Bali, Perwakilan, Paguyuban Pasundan Bali, Masyarakat Serangan, Paguyuban, Ikawangi Banyuwangi, Perwakilan masyarakat Muslim Ubung Kaja dan Sodara dari nasrani. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,