2 Mahasiswi Unpar Tiba Usai Taklukkan Puncak Antartika

2 Mahasiswi Unpar Tiba Usai Taklukkan Puncak Antartika

Penyambutan Fransisca Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari setibanya di Tanah Air di Gedung BRI 1 Jakarta, Selasa 24 Januari 2017. (foto - Twitter)

Jakarta - Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU) tiba di Tanah Air. Kedua mahasiswi Unpar Bandung itu tiba Senin, setelah menyelesaikan pendakian Gunung Vinson Massif, puncak tertinggi di benua Antartika dalam perjalanan yang bertema "BRI Towards Antarctic Summit".
 
Dua srikandi Indonesia Fransisca Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari mendapat penghargaan dari Kemenpora, Bank BRI dan Kementerian BUMN, sebagai perempuan pertama Indonesia yang berhasil mendaki 5 gunung tertinggi di dunia.
 
"Keberhasilan mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi Benua Antartika, merupakan persembahan bagi persatuan bangsa Indonesia,” kata Hilda, anggota Tim WISSEMU, ketika memberikan kabar keberhasilannya mencapai puncak tertinggi di Benua Antartika di Gedung BRI 1 Jakarta, Selasa (24/1/2017).
 
Tepat pada 4 Januari lalu pukul 23.48 Waktu Chile atau 5 Januari 2017 pukul 09.48 WlB, Tim WISSEMU berhasil mencapai puncak Gunung Vinson Massif. "Pencapaian ini merupakan suatu bentuk persembahan dari Mahitala-Unpar Bandung untuk persatuan bangsa Indonesia. Atas keberahasilan ini kami berharap dapat menginspirasi seluruh perempuan Indonesia agar selalu berani bermimpi setinggi-tingginya,” tambah Fransisca. 
 
Dengan ini pula, Tim WISSEMU mencatatkan diri sebagai dua perempuan Indonesia pertama yang menapakkan kakinya di Puncak Gunung Vinson Massif. Kedua perempuan muda tangguh itu menjelaskan, perjalanan tim dimulai dari keberangkatan pada 21 Desember 2016 menuju Kota Santiago. Di sana bertemu langsung dengan Duta Besar lndonesia untuk Chile, Philemon Arobaya dan seluruh staf KBRI Santiago Chile. 
 
Di tengah persiapan untuk memenuhi segala logistik di kota itu, tim merayakan Hari lbu dan Hari Raya Natal bersama Dubes, dan WNI yang berada di Santiago. Suasana dan sambutan yang hangat dari Dubes dan keluarga membuat tim merasa rindu akan suasana rumah. Namun dari kota itulah perjalanan yang panjang baru dimulai.
 
Sebelum bertolak ke Antartika, tim melakukan perhentian terakhir di Punta Arenas, kota paling selatan di Chile yang merupakan negara paling Selatan di Benua Amerika Selatan. Kota ini menjadi titik terakhir tim untuk mempersiapkan segala perlengkapan dan kebutuhan logistik. 
 
Di kota itu pula tim melakukan gear check dan briefing yang diselenggarakan oleh Antarctic Logistic & Expeditions (ALE). Setelah seluruh perlengkapan pendakian siap, tim bertolak menuju Union Glacier, Antarctika tanggal 29 Desember 2016. Dari Union Glacier pendakian menuju puncak Gunung Vinson Massif dimulai.
 
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrowi mengungkapkan rasa bangga atas prestasi itu yang mengharumkan bangsa Indonesia di dunia. "Selamat dan sukses atas keberhasilan yang dicapai dua perempuan ini. Ini merupakan sejarah yang luar biasa yang ditorehkan untuk Indonesia, BRI, Unpar dan olahraga Indonesia. Fransisca dan Hilda telah memberi cerita yang inspiratif bagi kita, karena berhasil mendaki puncak tertinggi di dunia,” kata Imam.
 
Sementara itu, Direktur Utama Bank BRI, Asmawi Syam memberikan apresiasi atas kesuksesan Hilda dan Dimi mengibarkan Bendera Merah Putih dan Bendera Bank BRI, di ketinggian puncak gujung Antartika. "Saya ucapkan selamat atas keberhasilan dua perempuan pertama yang berhasil mendaki 5 gunung tertinggi di dunia,” katanya. (Jr.)**
.

Categories:Olahraga,
Tags:,