KPK Tahan Bupati Buton Terkait Sengketa Pilkada Buton

KPK Tahan Bupati Buton Terkait Sengketa Pilkada Buton

Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun jadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk 20 hari ke depan. (foto - ist)

Jakarta - Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun langsung jadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, Kamis (26/1/2017). Samsu diperiksa intensif penyidik pasca dijemput paksa Rabu kemarin.

Ia diduga menyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, terkait sengketa Pilkada Buton Sulawesi Tenggara, pada 2011. Samsu Umar begitu keluar kantor KPK langsung disambut mobil tahanan.

Para pendukung yang menunggunya sejak semalam pun langsung berteriak-teriak memberikan empatinya. Namun, Samsu tetap terdiam dan menerobos barisan awak media yang juga tengah meliputnya.

Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Samsu Umar ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK demi kepentingan penyidikan. Penahanan dilakukan untuk 20 hari pertama. "SUS ditahan untuk 20 hari pertama," katanya.

Sebelumnya, KPK menangkap Samsu di sekitar Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Rabu petang kemarin. Ia ditangkap penyidik karena sudah dua kali mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka dugaan suap hakim MK, terkait pemulusan sidang sengketa Pilkada Buton tahun 2011.

Samsu ditangkap saat turun dari pesawat dari Kendari Makassar. Tim sebelumnya juga telah mengejar dan membuntuti Samsu Umar pasca putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang menolak gugatan Samsu.

Samsu dalam kasus ini disangkakan telah menyuap mantan ketua Mahkamah Konstitusi, terkait penanganan perkara sengketa Pilkada Buton tahun 2011. Pada sidang terdakwa Akil Mochtar, Samsu mengakui pernah mengirim Rp 1 miliar untuk Akil lewat rekening CV Ratu Semangat milik istri Akil Mochtar. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,