Teror Penembakan di Masjid Kanada Menewaskan 6 Orang

Teror Penembakan di Masjid Kanada Menewaskan 6 Orang

Teror penembakan terjadi di sebuah masjid di Kanada yang menewaskan 6 orang. (foto - AFP)

Quebec - Penembakan yang terjadi di sebuah masjid di Quebec Kanada, merupakan tindakan pengecut. Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau pun mengutuk keras serangan teroris, yang dilakukan ke tempat ibadah dan penampungan pengungsi tersebut.

"Melihat kekerasan yang tidak masuk akal seperti itu memang sangat menyayat hati. Perbedaan adalah kekuatan kita, dan toleransi beragama adalah nilai yang kita (warga Kanada) pegang teguh," demikian pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Kanada di situs resmi, pm.gc.ca, Senin (30/1/2017).

"Muslim Kanada adalah bagian penting dari negara ini. Tindakan tidak masuk akal seperti itu, tidak memiliki tempat di komunitas, kota dan negara kita. Aparat penegak hukum Kanada akan melindungi hak-hak semua warga Kanada, dan akan melakukan segala upaya untuk menangkap para pelaku tindakan tersebut serta semua tindakan intoleransi," Trudeau menegaskan.

Seperti dilaporkan Russia Today, jumlah korban tewas dalam teror penembakan itu bertambah menjadi enam orang. Senada dengan PM Trudeau, pemerintah negara bagian Quebec melabeli aksi itu, sebagai serangan teroris. Salah seorang saksi mata menyatakan, para pelaku meneriakkan kata-kata dalam bahasa Arab sebelum melepaskan tembakan.

"Satu orang mulai menembak. Segera setelah dia menembak, dia pun berteriak. Peluru menembus jamaah yang sedang salat hingga mereka langsung meninggal dunia. Beruntung, peluru terbang melewati kepalaku," kata salah seorang saksi mata. Sejauh ini, dua orang terduga pelaku berhasil diamankan pihak kepolisian setempat.

Ketika insiden penembakan itu berlangsung, para jamaah laki-laki tengah menunaikan ibadah salat Isya di lantai dasar, sedangkan anak-anak dan perempuan di lantai atas. Sekitar 40 orang jamaah berada di dalam masjid saat insiden itu terjadi. Imam Masjid tersebut, Mohamed Yangui mengatakan, korban luka-luka sudah dilarikan ke sejumlah rumah sakit berbeda di seluruh negara bagian Quebec. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,