Mantan Bupati Bogor Sampaikan Pledoi

Mantan Bupati Bogor Sampaikan Pledoi

Bupati Bogor nonaktif Rachmat Yasin menjalani sidang lanjutan kasus suap sebesar Rp 4,5 miliar terkait tukar menukar kawasan hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri, di Pengadilan Tipikor Bandung. (Foto: Net)

Bandung - Mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin terdakwa kasus suap tukar menukar kawasan hutan PT Bukit Jonggol Asri sebesar Rp4,5 miliar menyampaikan nota pembelaan pada sidang agenda pembacaan pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Bandung, Kamis (13/11/2014).
 
Rahmat Yasin mebacakan langsung pleidoinya yang ditulis sendiri dihadapan majelis hakim.
 
Sebelumnya, Kuasa Hukum terdakwa membacakan pleidoi atas keberatan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang dinilai terlalu tinggi yakni tujuh tahun enam bulan penjara.
 
Kuasa hukum terdakwa membacakan pembelaannya bahwa terdakwa sudah mengakui perbuatannya menerima uang suap tukar menukar kawasan hutan PT Bukit Jonggol Asri.
 
Bahkan perbuatan terdakwa juga telah diketahui oleh orang banyak yang diharapkan dapat menjadi pertimbangan hakim untuk meringankan hukumannya.
 
"Berbulan-bulan meringkuk di penjara tentu istri dan anak sangat mengharapkan bisa berkumpul kembali, dan keluarganya yakin bapaknya (Rahmat Yasin) orang baik-baik," kata kuasa hukum terdakwa dihadapan majelis hakim.
 
Rahmat Yasin dalam pembacaan pleidoinya menyatakan keberatan terhadap tuntutan JPU yang menuntut tujuh tahun enam bulan penjara.
 
"Tujuh tahun enam bulan adalah tuntutan yang menyedihkan," kata politisi PPP itu.
 
Ia berharap hakim dapat memutuskan hukuman ringan berdasarkan pertimbangan yakni terdakwa meraih prestasi dan pernah memberikan yang terbaik buat negara.
 
Selain itu, Rahmat Yasin mengakui telah menerima uang sebesar Rp3 miliar dari pihak PT Bukit Jonggol Asri, Cahyadi Kumala melalui anak buahnya Yohan dan sudah diserahkan ke KPK.
 
"Uang yang saya terima dari Swee Teng (Cahyadi Kumala) melalui Yohan juga sudah dikembalilkan ke KPK Rp3 miliar," katanya.
 
Sidang yang dipimpin Barita Lumban Gaol, SH itu selanjutnya akan dikaji oleh majelis hakim.
 
Sidang agenda putusan terdakwa Rahmat Yasin diagendakan Hakim 27 November 2014. (AY)
.

Categories:Bandung,