Tak Indahkan Panggilan Polda, Rizieq Terancam Jemput Paksa

Tak Indahkan Panggilan Polda, Rizieq Terancam Jemput Paksa

Rizieq Sihihab terancam dijemput paksa. (foto - ist)

Bandung - Kuasa hukum tersangka kasus penistaan Pancasila dan pencemaran nama baik mantan Presiden Soekarno, Rizieq Shihab menyatakan enggan menanggapi panggilan pemeriksaan. Ia berdalih surat penetapan tersangka belum diterima, dan dinilai bukan masalah serius.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus, pihaknya sudah melayangkan surat pemanggilan perdana sebagai tersangka. "Jadi tidak perlu lagi surat penetapan tersangka. Kan surat panggilan sebagai tersangka sudah," kata Yusri, Sabtu (4/2/2017).

Bahkan, menurutnya rencana Ketua Front Pembela Islam (FPI) yang enggan hadir bukan masalah serius bagi penyidik. "Kalau memang enggak hadir pemanggilan pertama, ya enggak apa-apa," katanya.

Rencananya, Rizieq akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Selasa 7 Februari 2016. Surat pemanggilan kedua akan dilayangkan jika yang bersangkutan tidak mengindahkan. "Kalau enggak datang juga, kita lakukan pemanggilan ketiga," kata Yusri.

Namun demikian, Yusri menegaskan, jika surat pemanggilan tersebut tidak ditanggapi juga, langkah penangkapan di tempat akan dilakukan penyidik. "Ya siap, tinggal kita lakukan penjemputan," tergasnya.

Seperti diketahui, Rizieq ditetapkan tersangka atas penghinaan terhadap lambang negara. Penetapan tersangka Rizieq berdasarkan hasil gelar perkara. Rizieq dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri, putri Soekarno kepada Mabes Polri dengan tuduhan penghinaan kepada Pancasila. Mabes Polri lalu melimpahkan kasus itu kepada Polda Jabar pada November 2016.

Dasar pelaporan adalah video, yang menayangkan ceramah Rizieq di hadapan anggota FPI di Lapangan Gasibu Kota Bandung, pada 2011. Rizieq menyebut dalam naskah Pancasila rumusan Soekarno, sila Ketuhanan ada di pantat, sedangkan naskah Pancasila menurut Piagam Jakarta, sila Ketuhanan ada di kepala. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,