Mapala se-Bandung Raya Serukan 7 Sikap untuk Mapala UII

Mapala se-Bandung Raya Serukan 7 Sikap untuk Mapala UII

Bentuk solidaritas Forum Komunikasi-Keluarga Besar Pencinta Alam-Bandung Raya (FK-KBPA-BR) di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung, Minggu 5 Januari sore. (foto - Twitter)

Bandung - Sebagai bentuk solidaritas Forum Komunikasi-Keluarga Besar Pencinta Alam-Bandung Raya (FK-KBPA-BR) menyerukan pernyataan sikap, terkait kejadian yang menimpa organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. 

Ratusan orang dari 55 organisasi Mapala se-Bandung Raya berkumpul di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung, Minggu (5/2/2017) sore, untuk menunjukkan solidaritas. Gelaran itu pun dihadiri anggota Mapala UII yang berdomisili di Jakarta.

Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan kode etik pencinta alam Indonesia. Setelah itu perwakilan dari beberapa organisasi Mapala membacakan pernyataan sikap dari FK-KBPA-BR.

Menurut Penasihat Bidang Eksternal FK-KBPA-BR, Reksa Enda pernyataan sikap tersebut dilandasi oleh pemberitaan kejadian Mapala UII yang mempengaruhiorganisasi pencinta alam. Disorotnya aktivitas pencinta alam setelah kejadian itu, membuat banyak organisasi tergugah untuk menyatakan sikap serta berdoa untuk Mapala UII.

"Ada tendensi dari sesama organisasi pencinta alam untuk mendoakan Mapala UII. Kami tergugah untuk berdoa," kata Reksa. Anggota Himpala Institut Teknologi Nasional (Itenas) itu menyoroti pemberitaan media massa yang kurang proporsional. 

Menurutnya, penggalian informasi kejadian Mapala UII harus melibatkan orang yang kompeten dalam bidang kepencintaalaman. Sebab adanya pemahamaman mengenai pendidikan dasar (diksar) organisasi mapala yang tidak sesuai kenyataan.

"Tiap organisasi punya model yang berbeda dalam menjalankan diksar, sehingga tidak bisa disamaratakan. Media harusnya melibatkan pakar atau orang yang tahu kepencintaalaman, agar jelas dalam memberitakan peristiwa," katanya.

Reksa pun tidak memungkiri, kecelakaan itu harus dijadikan pelajaran bagi seluruh organisasi pencinta alam di Indonesia. Untuk itu disarankan adanya diskusi antarorganisasi pencinta alam untuk menghimpun pengetahuan, baik soal diksar maupun soal kegiatan alam lainnya.

7 poin pernyataan sikap FK-KBPA-BR:

  1. Menyampaikan turut berduka cita dan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Almarhum dari Muhammad Fadhly, Syait Arsyam, Ilham Nurfadmi Listia Adi, keluarga besar Mapala Unisi Yogyakarta pada khususnya, serta pencinta alam Indonesia pada umumnya.
  2. Turut serta mendorong upaya pendampingan proses hukum terhadap saudara-saudara dari Mapala Unisi yang sedang dalam proses penyidikan pihak berwajib.
  3. Mendukung Mapala Unisi untuk tetap menjalankan roda organisasi dan menjalankan program-program kegiatannya.
  4. Mendukung langkah-langkah yang diambil oleh Rektorat Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai bentuk dari tanggung jawab terhadap musibah yang menimpa Mapala Unisi sesuai dengan fungsi dan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi.
  5. Meminta seluruh media massa agar memberitakan kejadian musibah secara objektif, berimbang, dengan narasumber yang relevan dan kompeten di bidang kepencintalaman.
  6. Meminta Polres Karang Anyar dan Polda Jawa Tengah untuk menjalankan prosedur hukum secara baik, benar, dan profesional.
  7. Mendorong kepada para pemegang otoritas dan lembaga terkait lainnya untuk membuka ruang-ruang dialog yang terbuka dan tidak mengeluarkan kebijakan yang kontraproduktif terhadap sistem pendidikan pencinta alam Indonesia. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,