Fenomena Langka, Badai Salju Menerjang Uni Emirat Arab

Fenomena Langka, Badai Salju Menerjang Uni Emirat Arab

Badai salju mrnerjang Uni Emirat Arab. (foto - ist)

Dubai - Fenomena alam langka badai salju menerjang negara gurun seperti Teluk Arab, membuat banyak orang takut dihubungkan banyak pihak dengan pertanda akhir zaman.

Sebab dalam Alquran ada hadits yang berbunyi, "Akhir Zaman tidak akan datang kepada manusia sampai dataran Arab sekali lagi dipenuhi padang rumput dan sungai-sungai".

Dilansir Express, Minggu (5/2/2017) negara yang suhunya lebih sering panas dan kalau dingin tetap kering itu, mendadak diterpa badai salju. Hal itu berpadu dengan kilatan petir dan kebakaran mematikan dalam 24 jam terakhir. Dikhawatirkan, bahaya lain yang lebih menghancurkan masih akan menyambangi kawasan itu.

Salah satu negara Timur Tengah yang menyaksikan keanehan perubahan cuaca ini adalah Uni Emirat Arab. Badai salju yang mengejutkan datang dan menenggelamkan sejumlah kawasan di Dubai, dengan timbunan salju setebal 10 sentimeter.

Sementara di negara Teluk Arab lainnya juga tak luput dari serangan petir, badai pasir, air pasang dan angin ribut berkecepatan 90 kilometer per jam. Angin kencang dilaporkan telah melukai seseorang di Dubai, akibat tertimpa alat derek. Tiga kendaraa juga hancur dalam kebakaran yang terjadi secara tiba-tiba.

Bencana terus berlanjut, cuaca buruk pun menumbangkan pohon-pohon dan menyebabkan lalu lintas terganggu. Jarak pandang yang kabur mengakibatkan banyak terjadi kecelakaan. Warga juga terjebak di dalam rumah untuk menghindari badai pasir di luar sana.

Badan Meteorologi Uni Emirat Arab melaporkan, suhu nasional juga merosot hingga minus dua derajat di daerah pegunungan. Polisi memperingatkan agar masyarakat untuk sementara tidak berpergian ke luar rumah. Meski merupakan kesempatan langka bagi mereka melihat salju turun di negaranya.

Beberapa warganet mengaku senang bisa hidup untuk menyaksikan fenomena alam langka tersebut. Perlu diketahui, suhu gurun di malam hari memang dingin, bahkan bisa melewati batas bawah titik beku. Namun, jarang ada uap air yang lewat dan memicu turunnya salju.

Sebagian warganet mengambil momen itu untuk mengevaluasi keyakinan dan ajaran agamanya. Meski begitu, ketika badai salju di Arab menghebohkan dunia pada 2013, sudah diberikan penjelasan ilmiah bahwa hal itu memang mungkin terjadi. Dengan demikian, tidak perlu disangkut-pautkan dengan hal gaib maupun tanda-tanda kiamat. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,