Istana Bantah Kerahkan Massa untuk Demo di Rumah SBY

Istana Bantah Kerahkan Massa untuk Demo di Rumah SBY

Ratusan massa melakukan demo di depan rumah SBY. (foto - ist)

Jakarta - Rumah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kawasan Kuningan Jakarta Selatan digeruduk sejumlah massa. Muncul isu, Istana berada di balik pengerahan massa, menyusul digelarnya jambore mahasiswa se-Indonesia bersama kader PDIP di Cibubur Jakarta Timur.

Selaku salah satu pembicara dalam kegiatan itu, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki membantah keras isu tersebut. Menurutnya, pertemuan itu tidak ada yang memerintahkan untuk berdemonstrasi. "Enggak ada," kata Teten di Kompleks Istana Negara Gambir Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017).

Menurut Teten, selama berada di jambore hanya menyampaikan sejumlah kemajuan Indonesia, dalam dua tahun pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Mulai dari soal penegakan hukum hingga pembangunan.

"Saya juga hadir di acara itu pagi dan saya diminta untuk menyampaikan beberapa kemajuan dalam dua tahun pemerintahan. Biasa yang dimasalahkan oleh mahasiswa banyak mengenai soal dana desa, soal pemberantasan korupsi dan penyelesaian HAM dan dialog," katanya.

Lalu, ia pun menantang mahasiswa untuk kembali ke desa ‎guna mengawasi pembangunan di kampung halamannya. ‎"Saya malah tantang mahasiswa terkait banyaknya dana desa. Selain ada dana Kemensos ada PU, kesehatan dan pendidikan kalau mereka menganggap transparansi dan akuntabilitas perlu diwaspadai, saya ajak ayo mahasiswa turun ke desa," tegas Teten.

"‎Sesuai dengan UU Desa (anggaran) diusulkan ke desa, agar dana itu kemanfataan sesuai yang dibutuhkan desa. Hanya saja tidak semua desa memiliki sumber daya untuk menyusun rencana kerja desa. Oleh karena itu, saya tantang mahasiswa untuk kembali ke desa," katanya.

Teten menyatakan, setiap mantan presiden di Indonesia berhak mendapatkan pengamanan dari negara. Oleh karena itu, ia mengimbau agar Ketua Umum Partai Demokrat itu tidak khawatir dengan keamanan pribadinya. "Enggak usah dikhawatirkan karena ini kewajiban negara melindungi mantan presiden, dan mantan presiden akan mendapatkan pengawal," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,