Komentar Hendro Priyono Soal Maraknya Pembajakan Musik

Komentar Hendro Priyono Soal Maraknya Pembajakan Musik

Hendro Priyono komentari soal maraknya pembajakan musik di Tanah air. (foto - dung)

Jakarta - Mantan Kepala Badan Inteljen Negara (BIN) Hendro Priyono mengatakan, dirinya tidak akan mengambil kepercayaan menjabat sebagai Ketua Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), jika tidak diberi tanggung jawab untuk menuntaskan pembajakan karya cipta para musisi dalam bentuk CD yang hingga kini masih menjamur.

Hendro Priyono menyatakan hal itu, terkait perencanaan dirinya akan dilantik sebagai Ketua PAPPRI menggantikan Tantowi Yahya, yang mendapat kepercayaan sebagai Duta Besar di Selandia Baru di KBRI Wellington.

"Saya tentunya tidak akan menerima untuk menjadi Ketua PAPPRI jika tidak diberi tanggung jawab untuk mengurus pembajakan karya cipta seni. Jadi, sikap saya setuju dengan Pak Rahayu untuk memberantas pembajakan," kata Hendro Priyono yang baru saja merilis lagu karya ciptanya 'Kumis' dan 'Cinta Tak Harus Memiliki' di Jakarta Pusat.

Terkait dengan lagu karyanya, Kumis yang dinyanyikan Sherly May dan lagu Cinta Tak Harus Memiliki yang dinyanyikan duet oleh Delon dan Siti Badriyah, Hendro mengutarakan, lagu itu sangat pas dinyanyikan oleh Sherly, Delon dan Siti Badriah. "Kalau saya nyanyikan tentunya nggak pas. Saya lebih suka di belakang layar dan mencipta lagu. Nanti, anak dan cucu saya marah," katanya.

Lagu itu, katanya awalnya ia ciptakan untuk diri sendiri dan dinyanyikan saat di kamar mandi. Namun, Rahayu Kertawiguna mengatakan, lagu karya ciptanya menarik. "Ternyata lagunya jadi bagus. Lagu Kumis, saya ciptakan karena teman-teman saya sering mengutarakan saya berkumis, sehingga akhirnya itu menjadi ide saya menciptakan lagu Kumis," tegas Hendro Priyono. (Jr.)**

.

Categories:Musik,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait