Pecalang, 'Munarman Tak Usah Membawa Massa FPI ke Bali

Pecalang, 'Munarman Tak Usah Membawa Massa FPI ke Bali

Para pecalang (pihak keamanan adat) di Bali. (foto - ilustrasi)

Denpasar - Ketua Forum Pecalang Bali, Made Mudra menjamin keamanan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman selama menjalani proses hukum di Bali. Ia mengaku telah mendinginkan tensi emosi pecalang di Bali, dalam kasus yang menjerat Munarman.
 
"Sebagai pecalang Bali, kami akan melindungi Munarman selama berada di Bali untuk diperiksa sebagai tersangka. Kami siap menjaganya," kata Mudra di Denpasar, Rabu (8/2/2017).
 
Namun, Mudra mengaku khawatir ada penyusup yang membahayakan Munarman. Menurutnya, bisa saja pihak yang merasa tidak puas melakukan tindakan yang membahayakan juru bicara FPI itu. Sebagai perangkat keamanan desa adat, ia memastikan pecalang siap mengamankan Munarman.
 
"Kami selaku pecalang berkewajiban melindungi siapa pun selama berada di Bali, termasuk Munarman. Biarkan proses hukum berjalan sebagaimana adanya. Yang salah juga akan diproses," katanya.
 
Mudra mengimbau, Munarman tak perlu mengerahkan massa FPI untuk mendampinginya dalam pemeriksaan di Kepolisian Daerah Bali. Jika hal itu terjadi, bukan tak mungkin massa FPI akan berhadapan dengan massa ormas di Bali.
 
Munarman dilaporkan kelompok mengatasnamakan Elemen Masyarakat Bali, pada 16 Januari 2017. Ia dituduh melecehka dan memfitnah pecalang.
 
Kelompok Elemen Masyarakat Bali membuat laporan itu berdasarkan video Munarman yang beredar di YouTube berjudul FPI datangi dan tegur Kompas, terkait framing berita antisyariat Islam. Hal itu terjadi saat ia dan beberapa anggota ormas mendatangi Kompas pada Kamis 16 Juni 2016.
 
Video satu jam 24 menit itu diunggah Markaz Syariah, pada 17 Juni 2016. Munarman dalam video itu menyebut pecalang melempari rumah dan melarang muslim salat Jumat. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,