Enam Petugas Lapas Sukamiskin Terlibat Napi Pelesiran

Enam Petugas Lapas Sukamiskin Terlibat Napi Pelesiran

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Kota Bandung. (foto - ist)

Bandung - Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Kanwil Jawa Barat Molyanto menyatakan, enam orang pengawal dari Lapas Sukamiskin terbukti lalai atas mengemukanya kasus plesiran narapidana.

Ia mengatakan, dari segi perizinan, izin sakit dan luar biasa yang diterbitkan petugas Lapas berdasarkan pemeriksaan tiga hari, dinyatakan tidak terdapat cacat administrasi.

"Terkait prosedur, semua sudah berdasarkan prosedur verifikasi dokter lapas. Rencana rujukan itu ditujukan ke TPP, diverifikasi apakah benar, apakah rawat jalan atau rawat inap," kata Molyanto di Lapas Klas I Sukamiskin Bandung Jawa Barat, Kamis (9/2/2017).

Menurut Molyanto, untuk izin Anggoro, petugas Lapas menerbitkan izin berobat pada November. Yaitu, pada 16 November 2016, 21 November 2016, 14 Desember 2016 dan 29 Desember 2016 dengan alasan berobat komplikasi gula.

"Namun demikian, setelah berobat tidak kembali ke Lapas, ia pun pergi ke Aparteman Gateway karena pengawalnya tidak melakukan tugas pengawalan sebagaimana mestinya," katanya.

Dijelaskan, dari jam pulang, Anggoro dengan mudah plesiran lepas tanpa pengawalan ketat petugas. "Pulangnya yang pertama, yang seharusnya sore, pulangnya pukul 18.10 WIB. Kedua, kembali 19.50 WIB, ketiga, kembali pukul 20.00 WIB dan keempat kembali ke lapas pukul 19.55 WIB," katanya.

Sedangkan untuk Romi Herton, mantan Walikota Palembang izin dikeluarkan yaitu pada 28 sampai 29 November 2016 dengan alasan menengok anaknya di Palembang.

"Izin luar biasa untuk menengok anak kandungnya yang sakit di Rumah Sakit Saritas Palembang. Namun terjadi penyimpangan karena dalam izin dinyatakan dengan tegas, apabila bermalam harus di Lapas kelas 1 Palembang, ini juga kesalahan dari pada pengawal dan ketidakpatuhan Romi Herton," katanya.

Tidak hanya itu, pengawalan tidak ketat kembali terulang pada dan 15 Desember 2016, dengan izin berobat di Rumah Sakit Hermina Kota Bandung Jawa Barat. "Izin yang kedua 15 Desember 2016 untuk berobat di RS Hermina Bandung, keluar jam 07.45 kembali jam 20.30 WIB, ini ada pergeseran waktu, terdapat kelalaian petugas dan tidak sepenuhnya melekat," katanya.

Seperti diketahui, dalam laporan investigatif majalah Tempo terbongkar, mantan Walikota Palembang Romi Herton pernah berjalan ke luar lapas pada 29 Desember 2016. Lalu napi kasus korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Kementerian Kehutanan Anggoro Widjojo, juga diketahui empat kali berkunjung ke Apartemen Gateway.

Anggoro baru kembali ke Sukamiskin naik mobil pribadi yang dikemudikan seorang perempuan. Keluarnya Anggoro terekam dalam video dan foto. Sedangkan mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin yang tersangkut kasus suap tukar menukar lahan, kepergok ke rumah kontrakan di Kompleks Panorama Alam Parahyangan akhir Desember lalu. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,