Korban Tewas Ledakan Bom di Kuil Pakistan Jadi 72 Orang

Korban Tewas Ledakan Bom di Kuil Pakistan Jadi 72 Orang

Korban tewas akibat ledakan bom bunuh diri di Kuil Pakistan terus bertambah menjadi 72 orang. (foto - AFP)

Sehwan - Korban meninggal dunia bom bunuh diri di tengah jemaah dalam kuil suci Sufi Lal Shahbaz Qalandar di Kota Sehwan Provinsi Sindh Pakistan bertambah menjadi 72 orang.

Seperti dilaporkan BBC, Jumat (17/2/2017) kuil itu tengah penuh sesak saat terjadi ledakan bom pada Kamis, karena merupakan hari suci bagi umat Islam Sufi di sana. Ketika itu mereka berbondong-bondong berdoa. Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif mengutuk serangan itu yang diklaim oleh ISIS.

Ledakan di salah satu tempat suci yang paling dihormati di negara itu adalah yang paling mematikan. Serangkaian pengeboman pun terjadi di Pakistan pekan ini, yang diklaim oleh Taliban Pakistan dan militan lainnya.

Layanan ambulans terbesar di negara itu, Edhi Welfare Trust mengatakan, 43 dari mereka yang tewas adalah pria, sembilan wanita dan 20 anak-anak. Seorang pejabat senior polisi mengatakan, sedikitnya 250 orang lainnya terluka. Satu-satunya rumah sakit di daerah itu mengaku kewalahan mengobati pasien.

Korban luka parah dibawa dengan ambulans ke Jamshoro dan Hyderabad, sekitar dua jam perjalanan. Pihak militer mengatakan, helikopter angkatan laut yang mampu terbang di malam hari akan dikirim untuk mengangkut korban dalam kondisi kritis.

Perdana Menteri Pakistan, Sharif bersumpah untuk melawan militan yang melakukan serangan tersebut. "Beberapa hari terakhir ini menjadi semakin sulit dan aku mendukung para korban," kata PM Sharif dalam sebuah pernyataan. "Namun kita tidak bisa membiarkan peristiwa ini memecah belah atau menakut-nakuti kita.

"Kita harus bersatu dan berjuang untuk identitas Pakistan dan kemanusiaan secara universal," tambahnya. Sufisme telah dipraktekkan di Pakistan selama berabad-abad. Sebagian besar kelompok militan Sunni di sana membenci kaum Sufi serta Syiah.

Sebelumnya, pada Selasa 14 Februari dua pengeboman terpisah terjadi di barat laut negara itu dan menewaskan sedikitnya tujuh orang. Sedangkan pada Senin, 13 Februari, sedikitnya 13 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri di Lahore.

Faksi Taliban Pakistan, Jamaat-ur-Ahrar mengklaim berada di balik serangan tersebut. Gelombang serangan pekan ini menggagalkan program peningkatan keamanan yang tengah dilakukan Pakistan. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,