Ivanka Trump Bayangi Tugas Melania sebagai 'First Lady'

Ivanka Trump Bayangi Tugas Melania sebagai 'First Lady'

Ivanka Trump dan Melania Trump. (foto - Getty Images)

Washington DC - Setelah Gedung Putih diambil-alih oleh Donald Trump sebagai Presiden, sejumlah kepala negara dan pasangan pun telah berkunjung ke Amerika Serikat (AS). Namun dalam berbagai kesempatan, peran First Lady yang sejatinya milik Melania Trump tidak terlaksana sebagaimana mestinya.
 
Misalnya, dalam kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bersama istri, Akie Abe. Melania diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai First Lady, menyambut Nyonya Abe di Gedung Putih di Washington DC. Namun, sayangnya ia tidak melakukan hal itu.
 
Peran tak resmi justru dijalankannya dengan menjamu Nyonya Abe di resor pribadi keluarga Trump, di Mar-a-Lago Florida. Juga pada saat Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, peran First Lady tidak dijalankan oleh Melania. Dalam diskusi roundtable tentang isu perempuan, justru putri Donald Trump, Ivanka yang menjadi pemimpinnya.
 
Namun, akhirnya Melania pertamakalinya menjalankan peran sebagai First Lady, seperti yang diharapkan warga AS. Melania Trump terbang ke Washington DC mendampingi sang suami, untuk menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan istrinya Sara di Gedung Putih.
 
Dilansir Daily Mail, sambutan Melania kepada PM Israel dan istri adalah penampilan perdana resmi First Lady, sejak Trump disumpah menjadi presiden sebulan lalu. Mantan model itu lebih banyak menghabiskan waktu di New York City dengan anak bungsu Trump, Barron dibandingkan di Gedung Putih.
 
First Lady Melania berdiri di samping sang suami di luar South Portico di Gedung Putih menyambut pasangan Netanyahu, Rabu 15 Februari 2017 sore waktu setempat. Meski demikian setelah mereka masuk, Melania duduk di sebelah Ivanka Trump.
 
Putri Donald Trump itu telah hadir dalam pertemuan sebelumnya bersama dengan suaminya Jared Kushner. First Lady Melania dan anak tirinya itu tidak tampak akrab satu sama lain. Bahkan, jarang berbicara, apalagi Ivanka hadir dalam konferensi pers yang diadakan sebelum tugas resmi Melania.
 
Di bawah bayang-bayang Ivanka, Melania pun akhirnya menggelar konferensi pers. "Saya sangat bersemangat untuk membuka kembali Gedung Putih kepada ratusan ribu pengunjung, yang datang ke sini setiap tahunnya," kata Melania.
 
"Gedung Putih adalah bangunan hebat dan bersejarah, serta kami dengan semangat membagikan kecantikan dan sejarah kepada Anda semua. Saya punya komitmen untuk proyek restorasi bagi landmark bangsa ini," lanjut Melania. Ia pun berencana mempertahankan kebun yang dirancang Michelle Obama sejak tahun 2009 di South Lawn, untuk gerakan 'Let's Start'.
 
Sebagai Ibu negara, sejauh ini Melania memiliki dua staf di Office for the First Lady, yakni Chief of staff Lindsay Reynolds dan Sekretaris Sosial Gedung Putih, Anna Cristina Niceta Lloyd. Melania juga memiliki penasihat senior, Winston Wolkoff. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,