Ribuan Pelajar Jabar Deklarasi Front Antinarkoba Nasional

Ribuan Pelajar Jabar Deklarasi Front Antinarkoba Nasional

Deklarasi Front Antinarkoba Nasional di halaman Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung Sabtu 18 Februari 2017. (foto - ist)

Bandung - "Jawa Barat bebas peredaran dan pemakaian narkoba". Demikian seruan Front Antinarkoba Nasional, yang dideklarasikan di halaman Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung, Sabtu (18/2/2017).

Menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di hadapan sekitar 1.000 pelajar tingkat SMA/SMK, saat ini sudah dalam status gawat narkoba. Untuk mencegahnya, keluarga, sekolah dan lingkungan sangat berpengaruh.

Aher pun mengajak aparatur pemerintah, organisasi dan tokoh masyarakat untuk turut menjaga dan mengawasi masalah itu.  "Penyalahgunaan narkoba berawal dari kerawanan keluarga. Kami mengajak seluruh masyarakat Jabar, pimpinan ormas Islam dan perangkat pemerintahan hingga ke desa untuk mencegah penyalahgunaan narkoba," katanya.

Disebutkan, faktor lain yang mempengaruhi meningkatnya peredaran narkoba adalah tingkat pendidikan yang rendah, pernikahan tanpa visi yang jelas, pemahaman agama yang rendah, pergeseran nilai dan pengasuhan. "Teman dekat yang paling nyaman diajak berbicara adalah bapak dan ibu. Oleh karena itu, hadirkan keakraban, bercengkrama agar merasa paling dekat," ungkap Aher.

Dalam kesempatan itu, Deputi Pencegahan BNN Ali Djohardi menyampaikan batapa besarnya peran keluarga untuk melakukan pencegahan. Dalam penelitian BNN pada 2015 lalu, pelajar dan mahasiswa mengenal narkoba memang berasal dari lingkungan bermainnya.

"Keluarga memang sentral dan inti dari segala-galanya. Anak kita mengenal narkoba bukan dari rumah dan lingkungan pendidikan. Namun di luar sekolah. Jadi lingkungan yang paling berpengaruh. Oleh karena itu keluarga berperan penting," katanya.

BNN di sini selalu mengingatkan, alasan mendasar si anak menggunakan narkoba dikarenakan adanya kesendirian, tingkat stres tinggi, kebosanan dan kelelahan otak. "Keluarga di sini hadir agar si anak tidak masuk dalam kategori pengguna faktor utama tersebut," tegasnya.

Dikatakan, setiap tahunnya orang yang meninggal karena narkoba jumlahnya mencapai sekitar 15 ribu orang. Sejauh ini BNN mencatat dari 250 juta warga negara Indonesia, sebanyak 5,1 juta warganya menggunakan barang haram itu.

Lewat deklarasi tersebut, pihaknya berharap satu demi satu penyalahgunaan narkoba bisa terus ditekan. "Ini kegiatan bagus apalagi dengan adanya pelibatan pelajar dan beberapa ormas. Ini dilakukan untuk menekan penyalahgunaan narkoba," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,