Warga Keturunan dan Pribumi Berbaur di Cap Go Meh 2017

Warga Keturunan dan Pribumi Berbaur di Cap Go Meh 2017

Antusiasme warga keturunan dan pribumi menyambut perayaan Cap Go Meh tahun 2017 di Jalan Cibadak Kota Bandung. (foto - Twitter)

Bandung - Antusiasme warga Kota Bandung menyambut perayaan Cap Go Meh tahun 2017 tampak begitu tinggi. Tak hanya warga etnis Tionghoa, tapi juga warga pribumi pun larut dalam kemeriahan perayaan Cap Go Meh 2017 tersebut.
 
Di Kota Bandung perayaan Cap Go Meh tahun ini dipusatkan di Jalan Cibadak, kirab budaya Cap Go Meh pun dimulai dan diakhiri di Jalan Cibadak Kota Bandung. ‎Sejak pagi, ribuan warga tumplek di kawasan Jalan Cibadak, yang menjadi pusat perayaan Cap Go Meh tahun 2017 tersebut. Selain berbagai acara digelar, puluhan stand makanan dan aksesoris khas oriental Tionghoa pun memenuhi sepanjang Jalan Cibadak.
 
Sejumlah warga mengakui, antusiasme warga selalu terlihat setiap perayaan Cap Go Meh pada setiap tahunnya. Warga pribumi dan keturunan Tionghoa berbaur dan berinteraksi memenuhi sepanjang jalan. "Saya tidak merayakan Cap Go Meh, tapi saya dan warga lain ikut senang dengan adanya acara ini. Memperlihatkan keberagaman budaya sekaligus memeriahkan suasana,” kata sejumlah warga di Jalan Cibadak, Sabtu (18/2/2017).
 
"Pada acara Cap Go Meh ini tidak sedikit warga asli ikut terlibat langsung. Seperti berperan sebagai pemain barongsai. Tidak hanya di acara Cap Go Meh, warga pun kerap saling membantu saat perayaan Lebaran maupun Natal,” tegasnya.
 
Untuk itu, warga mengharapkan agar keharmonisan warga di wilayahnya bisa dicontoh oleh semua warga Kota Bandung dan Indonesia umumnya. Dengan demikian, keamanan, ketertiban dan suasana gembira pun tetap terjaga. "Aman itu mahal, sama seperti kesehatan. Kalau gak aman dan banyak kerusuhan, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaikinya. Apalagi untuk menyembuhkan trauma psikologi yang dipastikan memakan waktu lama,” ungkapnya.
 

Parade barongsai itu sendiri rencananya melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Karanganyar Kecamatan Astanaanyar.  Terkait perayaan itu, sekitar 10 warga Umat Vihara UPK di Jalan Jenderal Sudirman menyiapkan beberapa ornamen. Hal itu menandakan, di situ itu terdapat tempat peribadahan khususnya untuk menyambut iring-iringan barongsai. 

‎Menurut salah seorang umat Vihara, Billy Utama eberapa kebutuhan logistik seperti air minun dan makanan telah ia siapkan untuk diberikan. Bahkan, lampion dan satu buah tambur terpapang di pinggir lokasi tempat ia menunggu. ‎ "Saya siapkan dupa untuk kasih salam hormat, jadi kalau lewat mereka tau kalau ada tempat ibadah di sini," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait