Perbaikan Jalur Kuningan-Majalengka Perlu Waktu Sebulan

Perbaikan Jalur Kuningan-Majalengka Perlu Waktu Sebulan

Longsor di jalan penghubung antara Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan. (foto - ist)

Kuningan - Ruas jalan penghubung antara Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan masih terputus. Jalan yang berada di Desa Kawah Manuk Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan itu longsor, akibat diguyur hujan yang terus menerus.
 
Menurut Kapolres Kuningan, M. Syahduddi, longsor dengan panjang sekira 30 meter, tinggi 15 meter dengan kedalaman 10 meter itu sudah mulai diperbaiki oleh Kementerian Pekerjaan Umum, namun masih dalam tahap pengecekan. "Dari kemarin sudah mulai diperbaiki, namun prosesnya masih dalam pengecekan," katanya, Sabtu (18/2/2017).
 
Pihaknya bersama Kementerian Pekerjaan Umum sudah membuat saluran air agar air bisa dialirkan dengan baik, dan memotong pohon-pohon yang hendak tumbang akibat longsoran itu.
 
Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum pun menargetkan perbaikan jalan itu, bisa memakan waktu selama satu bulan. 
Sementara drainase yang ada di jalan tersebut tidak berfungsi dengan baik, akibat tersumbat oleh sampah yang menumpuk. Sehingga air tidak bisa mengalir dengan baik, dan beban jalan tidak bisa menampung. 
 
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Ligitasi Pergerakan Tanah Wilayah Barat, Agus Budiyanto menjelaskan, pada lapisan bagian atas bawah jalan didapatkan sebuah lempung atau batuan breksi. Ini sebagai hasil erupsi merapi yang sudah tua, yang sifatnya mudah tergeser akibat air dan beban jalan setiap hari. 
 
Jika lempung itu setiap hari ditekan karena beban jalan ditambah adanya akumulasi air yang banyak, maka akan terjadi seperti ini. Dari arah utara dan selatan ternyata hanya ada gorong-gorong berdiameter sekitar 1 meter kecil, padahal ini daerah resapan air. 
 
Sedangkan di bagian bawah jalan ini merupakan sarang air, sehingga jika adanya akumulasi air yang cukup tinggi terlebih pada gorong-gorong itu banyak sampah, maka air akan terhambat hingga tidak bisa dialirkan dengan baik. Akibatnya, jalan ini jebol.
 
"Berdasarkan informasi dari warga, jalan ini sudah ada sejak 1955. Untuk sementara perbaikan yang harus cepat kami lakukan, bagaimana air yang terakumulasi itu bisa dialirkan dengan baik," katanya.
 
Untuk itu, pihaknya terlebih dahulu akan membuat drainase yang benar agar air bisa dialirkan dengan baik. Terpenting bagaimana caranya air tersebut bisa dialirkan dengan baik. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,