Misteri Janda Asal Serang di Kasus Pembunuhan Jong-nam

Misteri Janda Asal Serang di Kasus Pembunuhan Jong-nam

Siti Aisyah. (foto - Facebook)

Kuala Lumpur - Setelah disangkakan terlibat dalam pembunuhan seorang warga negara Korea Utara, Kim Jong-nam di Malaysia, nama Siti Aisyah warga Serang Banten mendadak menjadi buah bibir di berbagai kalangan. 
 
Betapa tidak, Kim Jong-nam memang bukan orang biasa. Lelaki bertubuh gempal itu adalah saudara tiri dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong-unPria tersebut kabarnya memang telah beberapa kali menjadi incaran, namun selalu lolos. Oleh karena itu, ketika ia dinyatakan tewas yang diduga kuat akibat aksi dua orang perempuan di bandara Malaysia, maka kabar itu pun merebak cepat dan menghebohkan.
 
Kabar itu juga di Indonesia tak kalah mengejutkan. Nama Siti Aisyah, salah seorang warga Serang Banten yang pernah menjadi buruh pabrik konveksi, diduga ikut terlibat. Meski sejauh ini, masih dilakukan pendalaman atas dugaan keterlibatannya. 
 
Namun demikian, harus diakui sosok janda beranak satu kelahiran 1992 itu memang terbilang misterius. Menurut pengakuan Iqbal, salah seorang keponakan Siti Aisyah lewat jejaring sosial, Siti Aisyah menggunakan nama akun Ar Shanty Febrinna
 
Berdasarkan penelusuran, akun tersebut dibuat pada 2012, dan terakhir diperbaharui oleh Siti Aisyah pada 17 Desember 2016. Ia pun mengunggah foto terbarunya, dengan rambut sedikit berwarna kepirangan, alis yang tertata rapi, bibir merah merona, dan berkaca mata hitam. 
 
Latar foto tampak seperti di dalam pesawat. Namun, tidak ada catatan kaki di foto tersebut. Dalam akun itu, Siti Aisyah menuliskan data dirinya sebagai pekerja di PT Nikomas Gemilang Serang Banten. Ia juga menuliskan pernah belajar di SMA Negeri 1 Serang, dan tinggal di DKI Jakarta.
 
Lewat penelusuran jejaring sosial milik perempuan yang diduga terlibat dalam pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara itu, bisa menemukan banyak foto milik Siti Aisyah. Bahkan di salah satu fotonya, Siti Aisyah pernah memamerkan uang dalam jumlah banyak. 
 
Tidak diketahui persis foto itu merupakan milik Siti atau foto yang diambil dan diunggahnya di jejaring sosial. Namun, dalam foto tersebut ia menuliskan catatan kaki, "Uda siap2 ni buat thr."  Foto ini diunggah pada 25 Juli 2014.
 
Sejauhmana peran dan motif di balik dugaan keterlibatan Siti Aisyah dalam kasus pembunuhan kakak tiri pemimpin Korut di Kuala Lumpur Malaysia itu, juga masih tanda tanya. Pemerintah Indonesia sendiri sejauh ini memang belum bisa berbuat banyak.
 
Siti Aisyah pun tidak tercatat sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Sementara paspornya pun masih diragukan, termasuk semua aktivitasnya selama ia berada di luar negeri hingga saat ini memang masih misterius.
 
Sementara itu, praktisi intelijen Fauka Noor Farid menduga, Siti Aisyah, merupakan bagian dari agen yang direkrut oleh Korea Utara. "Kalau lihat cara dia membunuh, tidak mungkin dia orang yang baru ketemu dan belum kenal dan belum terdidik, pasti tidak berani. Gaya dia keluar santai, berarti dia sudah terdidik. Kalau saya meyakini dia itu agen, orang Indonesia yang dipakai Korea Utara," katanya.
 
Apalagi, Siti tidak terdaftar statusnya sebagai TKI di Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), sehingga, dugaan kalau Siti merupakan agen semakin kuat.
 
"Artinya, ia merupakan intelegen murni, ngapain dia ke Malaysia? Terkecuali kalau ia terdaftar sebagai TKI. Jadi, ini semakin menguatkan dugaan kalau dia itu adalah agen yang digunakan," kata mantan anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI itu.
 
Apalagi setelah berhasil membunuh, Siti tidak langsung melarikan diri tapi berdiam diri di sebuah hotel di Kuala Lumpur Malaysia. Siti dinilai ingin melihat dulu kehebohan dunia internasional atas dibunuhnya kakak tiri pemimpin Korea Utara itu seperti apa. Dengan demikian, kecurigaan kalau Siti sebagai seorang agen semakin kuat.
 
Dalam dunia intelijen, ibarat kita melempar batu di air, mau tahu gelombangnya sejauh apa. Itu kenapa dia tidak kabur dulu. Jadi dia mau tahu dulu reaksinya," kata Fauka. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,