Banjir Cileuncang Rendam Sejumlah Wilayah di Tasik

Banjir Cileuncang Rendam Sejumlah Wilayah di Tasik

Sejumlah jalan di pusat Kota Tasikmalaya terendam banjir cileuncang. (foto - ist)

Tasikmalaya - Sejumlah wilayah di Kota Tasikmalaya terendam banjir cileuncang, akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang menggenangi jalanan. Banjir tidak hanya menerjang kawasan di bantaran sungai, tapi juga merambah ke pusat Kota Tasik, Minggu (19/2/2017).

Genangan air dengan tinggi bervariasi antara 30 sentimeter hingga 50 sentimeter menggenangi sejumlah ruas jalan di pusat kota. Salah satu kawasan yang terparah di kawasan Jalan HZ Mustafa dan Jalan Sutisna Sendjaya. 

Hujan deras pun melanda kompleks olahraga Dadaha. Bahkan, pertandingan persahabatan Persikotas Tasikmalaya melawan Persib Bandung pun terpaksa dihentikan, karena kawasan stadion digenangi banjir cileuncang.

"Kawasan HZ Mustafa jantungnya Kota Tasikmalaya. Kalau banjir, ya aktivitas lumpuh. Kendaraan mogok, enggak bisa ke mana-mana. Kami berharap ada solusi dari Pemkot Tasikmalaya," kata sejumlah warga.

Menurut penuturan warga Kelurahan Argasari Kecamatan Cihideung, fenomena banjir cileuncang sudah terjadi sejak 2001. Namun, belakangan ini semakin parah setelah banyak bangunan komersial berdiri di atas bantaran sungai. "Di kawasan Cihideung banyak pertokoan yang berdiri di atas sungai, seharusnya pemerintah bisa tegas membuat aturan. Kalau perlu dibongkar," ungkap beberapa warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya Soni Sudrajat mengakui, titik genangan air di sejumlah jalan di Kota Tasikmalaya makin meluas saat hujan deras. Hal itu terjadi karena drainase yang tidak cukup menampung besarnya volume air hujan.

Menurutnya, BPBD Kota Tasikmalaya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tasikmalaya, untuk mengatasi banjir di ruas jalan. Salah satunya membuat sodetan tambahan di sungai-sungai yang ada di Kota Tasikmalaya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,