Sepuluh Hari Berselang, Media Korut Mulai Serang Malaysia

Sepuluh Hari Berselang, Media Korut Mulai Serang Malaysia

KiniTV Malaysia memberitakan pernyataan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najibn Tun Razak soal serangan Korea Utara kepada pemerintah Malaysia. (foto - ist)

Pyongyang - Setelah 10 hari tak bereaksi, media Korea Utara (Korut) mulai memberitakan dan menyerang Malaysia, menyangkut kematian kakak tiri Kim Jong-un. namun pada berita pertama media pemerintah Korut, KCNA tak menyebutkan nama kakak tiri Kim Jong-un.
 
Dilaporkan AFP, KCNA hanya menyebut identitasnya sebagai warga negara Korut dan pemegang paspor diplomatik. Berita perdana Korean Central News Agency itu lebih memfokuskan kecaman terhadap pemerintah Malaysia, yang dinilai kasar dan tak bermoral dalam menangani kasus kematian Kim Jong-nam.
 
Namun demikian, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najibn Tun Razak lewat pemberitaannya di KiniTV, Jumat (24/2/2017) Malaysia menyatakan, pihaknya tetap akan memegang teguh berdasarkan prinsip undang undang, untuk mencari kebenaran yang berlaku. "Mereka sepantasnya membantu kita ketimbang membuat pernyataan yang tidak berazas di negeri ini," katanya.
 
Seperti diketahui, KCNA yang selama ini menjadi corong pemerintah Korut menuding Malaysia, telah mempolitisasi jenazah warga Korut. Malaysia seharusnya segera mengirimkan jenazah Kim Jong-nam ke Korut, sebagaimana rencana Negeri Jiran saat insiden kematiannya pada 13 Februari 2017 lalu.
 
KCNA juga mengkritik sikap Malaysia yang berubah-ubah, dan menilai Negeri Jiran tak transparan. KCNA menyentil peryataan Malaysia pada 14 Februari 2017, Kim Jong-nam tewas akibat serangan jantung. Bahkan, saat itu, Malaysia membantah Jong-nam diracun seperti ramai diberitakan media Jepang dan Korsel. Malaysia justru menuding media Korsel telah membuat rumor liar.
 
Sikap Malaysia, menurut KCNA menunjukkan, pemerintah setempat tak bisa dipercaya. Hasil otopsi pertama menunjukkan, warga Korut itu tewas akibat gagal jantung. Namun Malaysia mengubah pandangan dan membuat teori, Kim Jong-nam diracun memakai zat yang diusapkan dua wanita asal Indonesia dan Vietnam. Media Korut itu menilai, Malaysia melakukan hal itu untuk sinkronisasi rumor liar yang beredar sebelumnya.
 
"Malaysia wajib segera mengirimkann jenazahnya ke Koruta. Apa yang dilakukan otoritas setempat dengan mengotopsi tanpa izn, merupakan perbuatan ilegal dan tak bermoral," demikian pernyataan Komite Hukum Korut dalam pernyataanya yang dipublikasikan KCNA. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,