Pertegas Kelanjutan Proyek Pelabuhan Cilamaya

Pertegas Kelanjutan Proyek Pelabuhan Cilamaya

Pelabuhan Cilamaya Yang Tak Kunjung Selesai. (Foto: Net)

Jakarta - Pemerintah diminta bersikap tegas menolak permintaan Jepang, yang menginginkan percepatan pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
 
Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sri Adiningsih mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak boleh tunduk pada desakan negara lain. Sebab, pembangunan Pelabuhan Cilamaya masih memerlukan kajian mendalam.
 
"Itu harus ada studi analisis, kalau ada banyak minyak dan gas, berapa cadangannya, bagaimana keuntungan dan kerugiannya," tegas Sri, Kamis (13/11/2014) malam.
 
Menurutnya, pembangunan pelabuhan tersebut jangan sampai hanya menguntungkan satu pihak yakni Jepang, tetapi di sisi lain merugikan pemerintah.
 
"Keputusan untuk membangun atau tidak, itu harus didasarkan pada kepentingan nasional Indonesia. Jangan kemudian pertimbangan utamanya adalah kepentingan negara Jepang. Jangan seperti itu," katanya.
 
Ia pun mewanti-wanti agar pemerintah Jokowi-JK harus selalu mengutamakan kepentingan bangsa,  jangan mau tunduk pada negara lain, yang sudah jelas-jelas memiliki kepentingan.
 
"Tidak bisa langsung ditentukan menguntungkan atau tidak dan langsung bangun pelabuhan. Evaluasi lagi, apapun yang dilakukan harus utamakan kepentingan Indonesia," tandasnya. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,