Kapolda Jabar, 'Pelaku Bom Bandung dari Jaringan Lama'

Kapolda Jabar, 'Pelaku Bom Bandung dari Jaringan Lama'

Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan pimpin langsung penyergapan pelaku teror bom Taman Pandawa Kota Bandung. (foto - ist)

Bandung - Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengatakan, pelaku bom Taman Pandawa Bandung adalah orang yang sudah diikuti sejak lama. Pelaku teridentifikasi sebagai jaringan teroris.

"Pelaku dari jaringan radikal, kemungkinan JAD (Jamaah Ansharut Daulah)," kata Anton, Senin (27/2/2017). Ketika dilakukan penyergapan, aparat sudah meminta pelaku menyerahkan diri. Namun dia tidak menuruti permintaan aparat. Bahkan, pelaku membalas imbauan itu dengan menembak. "Saya perintahkan menangkap dia hidup-hidup," kata Anton.

Upaya penyergapan yang dipimpin langsung Anton pun cukup mencekam. Pelaku dinyatakan tewas setelah melalui baku tembak. "Tewas," kata Anton. Pelaku mengalami luka di bagian kaki akibat ledakan bom pancinya. "Ia melarikan diri dan pincang karena terkena bom dia sendiri," kata Anton, yang memimpin langsung penyergapan.

Sementara itu, pelaku pengeboman yang menggegerkan warga sekitar Kantor Kelurahan Arjuna Kota Bandung, meninggalkan jejak. Dari salinan identitas yang dibawanya menunjukkan, pelaku sempat tinggal di Kampung Cukanggenteng Desa Cukanggenteng Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung. 

Dari identitas itu disebutkan, pelaku bernama Yayat Cahdiyat berumur 41 tahun. Menurut warga di sekitar alamat itu, pelaku sempat mengontrak rumah selama tiga bulan bersama istri dan tiga anaknya. Meski demikian, pelaku sudah meninggalkan kampung tersebut sejak setahun lalu.

Menurut tetangga pelaku, ia sempat mengenal sosok Yayat. Sebelum tinggal di kampung Cukanggenteng, Yayat adalah pendatang dari Purwakarta. "Saat itu pelaku mengontrak di rumah milik Pak Gatot sebelum pindah dari kampung kami. Saat ini rumah yang pernah digunakan pelaku sudah dibeli Pak Dasep dan dijadikan warung," katanya.

Selama Yayat tinggal di lingkungan warga Kampung Cukanggenteng, warga sekitar mengenai kesehariannya sama seperti warga lainnya dan kerap bersosialisasi dengan warga lain. Selama menjadi warga di kampung itu, Yayat bermata pencaharian sebagai pedagang mainan anak. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,