Lagi Citarum Meluap, Akses Jalan Bandung Selatan Putus

Lagi Citarum Meluap, Akses Jalan Bandung Selatan Putus

Kawasan sekitar SPBU Baleendah berubah layaknya sebuah danau. (foto - Twitter)

Bandung - Kembali meluapnya Sungai Citarum selain menggenangi sejumlah permukiman warga, juga mengakibatkan sejumlah ruas jalan penghubung di wilayah Bandung Selatan terputus karena terendam banjir. 
 
Jalan yang terputus antara lain Jalan Anggadireja dan Jalan Andir-Katapang di wilayah Kabupaten Bandung. Ketinggian air di dua jalan penghubung itu bervariasi, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas merebak sejumlah wilayah.
 
Di Jalan Anggadireja yang menghubungkan wilayah Dayeuhkolot menuju Baleendah misalnya, ketinggian permukaan banjir menggenangi jalan itu lebih setengah meter, Selasa (28/2/2017) pagi. Para pengendara yang akan menuju Baleendah dari Dayeuhkolot ataupun sebaliknya terpaksa mencari jalur alternatif, meski dengan konsekuensi terjadi penumpukan kendaraan.
 
Demikian pula di Jalan Andir - Katapang terendam banjir hingga mencapai 1 meter. Akibatnya, jalan tersebut praktis tidak bisa dilalui kendaraan, baik sepeda motor maupun rodal empat. Aktivitas warga pun terhambat, karena sebagian warga menggunakan alat transportasi tradisional berupa delman.
 
Sementara itu, Jalan Raya Dayeuhkolot sekitar kawasan Palasari, banjir merendam badan jalan sampai ketinggian 30 sentimeter. Tak hanya mengeluarkan air berlumpur, saluran drainase di kawasan industri itu pun mengeluarkan air berwarna hitam kemerahan dan bau menyengat. 
 
Di Kecamatan Baleendah banjir pun menggenangi Jalan Adipati Agung, Jalan Anggadireja dan Jalan Jaksanaranata. Terutama di Jalan Adipati Agung, ketinggian air banjir mencapai sekitar 30 sentimeter. Akibatnya sejumlah kendaraan yang memaksa menerjang banjir pun mogok.
 
Kawasan permukiman yang kembali tergenang banjir Sungai Citarum, antara lain Kelurahan Andir dan Baleendah di Kecamatan baleendah, khususnya Kampung Cieunteung dan Cigosol. Warganya pun kembali mengungsi ke sejumlah tempat pengungsian.
 
Menuirut koordinator pengungsi di Aula Inkanas Baleendah Atep Wahidin, warga kembali berdatangan sore dan malam hari, sejak Senin. Hal itu disebabkan permukaan Sungai Citarum terus meningkat dan hujan terus mengguyur.
 
"Sudah ada 24 keluarga atau 58 jiwa yang mengungsi. Jumlahnya terus bertambah karena ketinggian air di permukiman sudah 1,5 meter. Warga sudah bersiap mengungsi, kebanyakan malam hari," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,