Raja Salman Ajak Bersatu Upayakan Dunia Damai & Aman

Raja Salman Ajak Bersatu Upayakan Dunia Damai & Aman

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud tiba di Gedung DPR RI, Kamis 2 Maret 2017 sekitar pukul 13.00 WIB. (foto - ist)

Jakarta - Segenap anggota DPR RI dan para pejabat tinggi negara menyambut meriah setibanya Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud di Gedung DPR RI, kamis (2/3/2017). Ketua DPR RI Setya Novanto pun menyambut langsung, bahkan membuka pidato dalam bahasa Arab untuk menghormati sang raja.

Seusai Setnov berpindato, giliran Raja Salman yang berbicara. Menggunakan bahasa Arab, Raja Salman pun berbicara sangat singka, bahkan tak sampai lima menit. Padahal, ia diagendakan berbicara selama 10 menit.

Ketika mengunjungi DPR RI 47 tahun lalu, Raja Arab saat itu, Faisal bin Abdulaziz Al Saud berpidato lebih lama. Raja Faisal menekankan, betapa pentingnya hubungan persahabatan Indonesia dan Arab Saudi. Ia juga membahas pentingnya umat Islam dan kaum beragama secara keseluruhan, untuk mewaspadai bahaya zionisme internasional.

Raja Salman tiba di Kompleks DPR RI pada pukul 13.00 WIB. Sesaat setelah menempati kursi khusus yang disiapkan, Raja Salman menyaksikan dokumentasi kedatangan kakak satu ayahnya, Raja Faisal, pada 1970. Acara pun ditutup dengan sesi foto bersama. Pada pukul 13.30 WIB, Raja Salman dan rombongan pun meninggalkan DPR menuju Masjid Istiqlal.

Seperti diketahui, hubungan Saudi dan Indonesia telah berlangsung sejak awal kemerdekaan bangsa ini. Oleh karena itu, kehadiran Raja Salman ke negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia ini, bak mengobati kerinduan umat.

Raja Salman mengucapkan terima kasih atas sambutan yang baik dari parlemen dan rakyat Indonesia. Ia merasa bersyukur bisa bertandang ke Indonesia, selain karena nilai historis juga kedatangannya diterima dengan baik. "Saya merasa seperti berada di tengah keluarga sendiri," ungkap Raja Salman, dalam pidato singkatnya di Gedung DPR Jakarta.

Ia pun tak menampik kalau kunjungan balasannya kali ini, adalah salah satu jalan untuk mewujudkan mimpi-mimpi dan aspirasi dari kedua negara. Baginya, Indonesia sudah lebih dari sekadar mitra dan saudara, tetapi ada ikatan khusus yang terjalin di antaranya.

"Kedatangan saya merupakan balasan dari kunjungan Presiden Jokowi ke Saudi pada 2015. Tujuannya tentu untuk memperkuat kemitraan kedua negara, menyatukan aspirasi, dan mimpi untuk diwujudkan," tegasnya.

Raja Salman juga berharap, Indonesia dan Saudi bisa bersatu menghadapi tantangan dunia, terutama yang kini dihadapi umat Islam. Termasuk di antaranya terorisme dan ekstremisme, gegar budaya dan interferensi dari negara lain di dunia.

"Semua tantangan itu mendorong kita untuk menyatukan suara, berkoordinasi pada posisi kita masing-masing, sambil berusaha memenuhi kepentingan nasional, juga kedua negara. Bersatu mengupayakan dunia yang damai dan aman," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,