Enam Orang Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sumbar

Enam Orang Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sumbar

Bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota di Provinsi Sumatera Barat. (foto - ist)

Jakarta - Korban bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota di Provinsi Sumatera Barat, bertambah menjadi 6 orang meninggal dan dua orang mengalami luka berat.

"Jumlah korban bertambah dengan adanya laporan dari lapangan di Kabupaten Limapuluh Kota, yang melaporkan 2 orang meninggal dunia dan 2 luka berat akibat banjir dan longsor," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/3/2017).

Sebelumnya, pada Sabtu sore ada 5 orang korban jiwa akibat longsor di delapan kecamatan dan 13 nagari, terdampak langsung dari banjir dan longsor. Bencana itu meliputi Kecamatan Pangkalan, Kapur IX, Mungka, Harau, Payakumbuh, Lareh Sago Halaban, Sulikik dan Empat Barisan.

Mereka, yaitu Doni Fernandes(31), Teja (19), Yogi Saputra (23), Muklis alias Ujang (45) dan Karudin (25). Sedangkan yang terbaru adalah seorang bayi bayi berumur 2 hari. Sementara korban yang mengalami luka berat, yaitu Syamsul Bahri (22) dan Candra (42).

Menurut Sutopo, bayi tersebut meninggal pada Kamis 2 Maret di Puskesmas Pangkalan, lantaran tidak dapat diselamatkan dari banjir. Saat itu juga listrik sedang padam karena banyak tiang listrik yang roboh akibat longsor.

"Bayi meninggal di Puskesmas Pangkalan, setelah prosesi kelahiran di Puskesmas kemudian bayi dimasukkan ikubator pada Rabu (1/3/2017). Saat masih dalam inkubator tiba-tiba air deras masuk dan merendam Puskesmas Pangkalan, sehingga bayi tidak dapat diselamatkan pada Kamis 2 Maret," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,