KPK Geledah Kantor Bea Cukai Dalami Kasus Patrialis Akbar

KPK Geledah Kantor Bea Cukai Dalami Kasus Patrialis Akbar

Penyidik KPK melakukan penggeledahan di Kantor Ditjen Bea Cukai Rawamangun Jakarta Timur guna mendalami kasus Patrialis Akbar. (foto - ist)

Jakarta - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor pusat Bea Cukai Rawamangun Jakarta Timur. Penggeledahan dilakukan terkait kasus yang menjerat mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar, Senin (6/3/2017).

Petugas KPK tampak sibuk lalu lalang di Gedung Papua Direktorat Dirjen Bea Cukai (DJBC) Rawamangun tersebut. Mereka terlihat menyusuri satu per satu ruangan yang menjadi sasaran penggeledahan.

Salah seorang petugas keamanan DJBC yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, sedikitnya ada sekitar 10 petugas KPK yang datang dan melakukan penggeledahan. Mereka langsung menuju ke salah satu ruangan di gedung DJBC.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah ketika dikonfirmasi tidak menjelaskan secara terperinci mengenai dokumen apa saja yang dibutuhkan KPK dalam penggeledahan tersebut. Namun, ia mengakui penggeledahan sedang berlangsung.

"Siang ini KPK memang tengah melakukan penggeledahan di Kantor Bea Cukai Pusat di Rawamangun, terkait penyidikan kasus indikasi suap terhadap Hakim MK, PAK (Patrialis Akbar)," kata Febri.

Sebelumnya, KPK mengamankan sejumlah barang bukti terkait kasus suap hakim MK. Antara lain, berupa CCTV MK, draf putusan UU Nomor 41 tahun 2014, sejumlah stempel dari dua kementerian serta cap label halal dari sejumlah negara yang ditemukan di kantor CV Sumber Laut Perkasa.

Pada perkara itu, pemilik CV Sumber Laut Perkasa, Basuki Hariman, sekretarisnya, Ng. Fenny dan seorang perantara bernama Kamaludin telah dijerat KPK bersamaan dengan Patrialis Akbar. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,