Kembali, Mesir Hadapi Serangkaian Teror

Kembali, Mesir Hadapi Serangkaian Teror

ledakan bom di stasiun kereta Helmeyet al-Zeitoun di Kairo melukai 16 orang

Kairo - Sedikitnya dua polisi Mesir dan tiga tentara tewas dalam serangan teror di Sinai, Kamis waktu setempat, sedangkan ledakan bom di stasiun kereta Helmeyet al-Zeitoun di Kairo melukai 16 orang terjadi pada hari yang sama.
 
Seperti diberitakan al-Arabiya, serangan di Sinai terjadi saat militan mendirikan penghalang jalan sehingga semua kendaraan berhenti. Dalam serangan di dekat kota Sheikh Zuweyid, militan menyeret tiga tentara keluar dari mobil dan membunuh mereka.
 
Dalam serangan lain di perbatasan Rafah, militan menembak mati dua tentara. Para pejabat mengatakan korban di dua serangan pertama tidak bertugas dan berpakaian sipil. Sinai Utara memang berada di bawah keadaan darurat sejak serangan militan di sebuah pos pemeriksaan militer bulan lalu menewaskan 31 tentara di sana.
 
Sementara itu, sekitar 16 orang terluka pada ledakan ‘bom suara’ di stasiun kereta metro Kairo. Juru bicara otoritas Metro Kairo, Ahmed Abdel Hady mengatakan, bom suara ditempatkan dalam tas, dan menyebabkan panik sejumlah orang di stasiun itu.  Dinamakan bom suara karena menimbulkan suara sangat keras tetapi tidak mematikan.
 
Banyak serangan sebelumnya telah diklaim oleh kelompok militan Sinai berbasis Beit al-Maqdis Ansar, yang pada hari Senin berjanji setia kepada kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah.
 
Mesir dilanda rangkaian teror militer menggulingkan presiden Mohamed Mursi tahun lalu. Pendukung Mursi yang merupakan anggota dari Ikhwatul Muslimin melakukan berbagai perlawanan terhadap militer. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,