Perusak Mobil Pribadi yang Disangka Taksi Online Diringkus

Perusak Mobil Pribadi yang Disangka Taksi Online Diringkus

Mobil Toyota Avanza milik Eggi Muhammad yang dirusak di perempatan Jalan BKR - Jalan Sriwijaya, Kamis 9 Maret 2017. (foto - ist)

Bandung - Polsekta Regol menangkap seorang pelaku yang diduga ikut serta dalam aksi perusakan mobil Toyota Avanza silver nopol D 1167 UF milik Eggi Muhammad, di perempatan  Jalan BKR - Jalan Sriwijaya, Kamis (9/3/2017).

"Kita sudah mengamankan seorang pelaku yang diduga terlibat pengrusakan. Saat ini ia diamankan di Polsekta Regol," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo. Menurutnya, awal mula tindak pidana pengeroyokan itu terjadi pada saat kendaraan, yang digunakan oleh korban melintasi Jalan BKR dan berhenti di perempatan Jalan BKR - Sriwijaya.

Secara tiba-tiba ada sekelempok massa yang diduga akan berangkat untuk melakukan aksi demo angkot menghampiri kendaraan yang dikendarai korban. "Para pelaku langsung mengatakan kata-kata kasar dan menuduh kalau korban merupakan taksi online. Setelah itu korban disuruh keluar, kemudian mereka merusak mobil korban," katanya.

Ia menjelaskan, saat itu di dalam kendaraan ada sekitar 6 orang, disangka transportasi Uber oleh pelaku. Para pelaku merusak mobil dengan menggunakan tangan kosong dan batu. "Atas  kejadian itu, kendaraan korban mengalami pecah kaca di bagian depan, belakang samping kanan, depan dan penyok pada body bagian kanan," tegas Hendro. Kini polisi masih memburu para pelaku lainnya.

Sementara itu, meski sudah ada jaminan dari Pemerintah Provinsi Jabar yang akan menyampaikan aspirasi ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub), para pengemudi angkutan kota (angkot) tetap tidak akan beroperasi penuh hari Kamis ini. "Kami sehari tidak akan beroperasi," kata Korlap "Aksi Damai 939", Nanat Namzul.

Atas tiga poin kesepakatan yang sudah ditandatangani, pihaknya merasa cukup. Pasalnya, semua pihak yang terlibat menyepakati untuk mendorong pencabutan Permenhub No. 23 Tahun 2016, dengan melakukan penandatanganan kesepakatan.

"Mereka sepakat harus ada tindakan tegas dari kepolisian, Dishub Jabar dan Dishub Kota Bandung untuk transportasi online yang dimulai pada hari ini, sampai angkutan orang berbasis aplikasi itu tidak beroprasi lagi. Kami sebagai aliansi moda transportasi umum menyepakati untuk bekerja sama menindak lanjuti hal tersebut," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,