Terbongkar, Bisnis Layanan Seks Mahasiswi Bertarif Jutaan

Terbongkar, Bisnis Layanan Seks Mahasiswi Bertarif Jutaan

Lima dari delapan orang pelaku jaringan prostitusi online yang ditangkap adalah mahasiswi di Kota Medan. (foto - ist)

Medan - Kepolisian Daerah Sumatera Utara Akhirnya berhasil membongkar jaringan prostitusi online, yang menjajakan perempuan bertatus mahasiswi. Dalam transaksinya jaringan itu menjual jasa layanan seks, dengan tarif hingga jutaan rupiah.
 
Lewat sebuahi penangkapan, pihak kepolisian mengamankan delapan orang, yakni ORK alias Nanda (21 tahun), NA alias Ipen (22), AA alias Akbar (22), DWS (23), RS (22), AA (19), DA (18) dan L (20). Lima pelaku di antaranya, berstatus sebagai mahasiswi ternama di Kota Medan Sumatera Utara.
 
Berdasarkan pengakuan pelaku, perempuan itu ditawarkan dengan tarif sekali kencan mulai dari harga Rp 3 juta hingga Rp 5 juta. "Mereka kami amankan pada Kamis 9 Maret 2017 malam, di salah satu hotel di Medan," kata Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara, AKBP Maruli Siahaan, Sabtu (11/3/2017).
 
Menurut Maruli, dalam kasus prostitusi online tersebut, tiga di antara delapan orang yang diamankan itu telah ditetapkan sebagai tersangka. Yakni ORK alias Nanda, NA alias Ipen dan AA alias Akbar. Sementara lima orang lainnya hanya diperiksa sebagai saksi.
 
"Ketiga orang yang kita tetapkan sebagai tersangka, adalah mucikari dalam bisnis esek-esek tersebut. Mereka mendapatkan bayaran Rp 500 ribu untuk setiap PSK, yang berhasil mereka jual kepada pria hidung belang," katanya.
 
Sejauh ini, ketiga tersangka itu terancam dijerat pasal berlapis. Antara lain Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan atau Pasal 30 juncto Pasal 4 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
 
"Kita juga akan menjerat para tersangka dengan Pasal 2 ayat (1) Undang Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang perdagangan manusia," tegas Maruli.
 
Seluruh tersangka saat ini ditahan bersama barang bukti yang disita, berupa tiga unit ponsel, empat kotak alat kontrasepsi, uang tunai senilai Rp 1 juta serta gambar cuplikan layar (screenshot) percakapan di facebook, terkait transaksi prostitusi. (Jr.)**
.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,