Ratusan WNI Segera Dipulangkan dari Johor Bahru Malaysia

Ratusan WNI Segera Dipulangkan dari Johor Bahru Malaysia

Pemerintah Malaysia segera pulangkan ratusan WNI dari Johor Bahru. (foto - ist)

Jakarta - Sedikitnya 160 Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menjalani hukuman karena tidak memiliki izin kerja (permit) dan masuk lewat jalur belakang, bakal dipulangkan ke Tanah Air, Selasa besok melalui Pasir Gudang Johor Bahru Malaysia.

"Di antara para WNI yang dipulangkan tersebut terdapat 16 orang yang berasal dari Tanjung Balai dan Pidie Aceh, yang beberapa di antaranya ditunggu keluarganya," kata Atase Hukum KBRI Kuala Lumpur Fajar Sulaeman, Minggu (12/3/2017).

Menurut Fajar, KBRI telah menindaklanjuti adanya laporan dari keluarga korban di Indonesia, anaknya bernama Khairil Anwar Sitorus beserta kawan-kawannya tertangkap pihak berwajib Malaysia, melalui jalur belakang di Perairan Sikincan ketika hendak menuju Tanjung Balai Asahan.

"Khairil Anwar Sitorus akhirnya dapat dipulangkan ke Indonesia setelah menjalani hukuman keimigrasian, karena telah menyalahi aturan hukum setempat dengan bekerja tanpa permit dan telah 'overstay' di Malaysia," katanya.

Setelah melewati proses hukum di Malaysia,ia dan teman-temannya dinyatakan bersalah karena kasus keimigrasian dan harus menjalani hukuman selama empat bulan di Penjara Sungai Buloh. "Namun keluarga korban menanyakan setelah selesai menjalani hukuman dari penjara teman-teman Khairil Anwar Sitorus yang saat itu ditangkap sudah ada yang dipulangkan lebih dulu, namun 16 orang belum kembali ke Indonesia," tegasnya.

Setelah diselidiki Tim Satgas Perlindungan KBRI Kuala Lumpur, yang bersangkutan telah ditahan di Depot Tahanan Imigresen Machap Umboo, Alor Gajah, setelah menjalani hukuman di penjara Sunga Buloh. "Setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, mereka masih diperlukan sebagai saksi pada kasus tertangkapnya di Perairan Sikincan menuju Tanjung Balai Asahan lewat jalur belakang, sehingga ke-16 WNI itu untuk sementara tidak dapat dipulangkan," ungkapnya.

Satgas kemudian menyampaikan keberatan dengan pihak Imigrasi Machap Umbo, hal itu tidak dapat dilakukan pihak Jaksa dan Investigation Officer (IO) untuk menitipkan ke-16 WNI di Depot Tahanan Imigresen Machap Umbo. Sebab mereka telah menjalani hukuman dan sudah sepatutnya dipulangkan.

"Berdasarkan aturan yang berlaku, jika seorang WNA yang dimintakan untuk menjadi saksi sepatutnya dititipkan di rumah perlindungan bukan di depot tahanan. Sehingga kami juga telah menekan agar ke-16 WNI yang dijadikan saksi segera dipulangkan ke Indonesia," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,