Jaringan Teroris Bom Taman Pandawa Incar Mapolda Jabar

Jaringan Teroris Bom Taman Pandawa Incar Mapolda Jabar

Tim penggeledah menyita senapan dari rumah terduga teroris di Babakan Ciparay Kota Bandung, Senin 13 Maret 2017. (foto - Twitter)

Bandung - Pihak kepolisian menemukan fakta baru, terkait bom panci yang meledak di Taman Pandawa Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicendo Kota Bandung. Berdasarkan keterangan dari mereka yang ditangkap terungkap,  jaringan ini sedianya mengincar Mapolda Jabar dan Markas Densus sebagai target.

"Jaringan ini sudah melakukan survei untuk melakukan pengiriman ke Mapolda Jawa Barat dan Markas Densus," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Yusri Yunus, Senin (13/3/2017).

Seperti diketahui, tim gabungan melakukan penggeledahan rumah tinggal Soleh Abdurrahman alias Gungun alias Abu Fursan (39) di Jalan Jamika Kecamatan Babakan Ciparay Bandung. Soleh pun sudah ditangkap pada 9 Maret 2017 lalu. 

Penggeledahan serupa dilakukan di rumah Agus alias Abu Muslim (29) di Jalan Kebongedang Kelurahan Maleer Kecamatan Batununggal. Keduanya berkaitan dengan aksi teror bom panci di Taman Pandawa Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicendo Bandung pada 27 Februari 2017. 

Target yang menjadi sasaran kelompok tersebut diketahui dari barang bukti, yang diamankan saat penggeledahan. Saat menangkap Agus, petugas menemukan sejumlah barang bukti, antara lain denah Mapolda Jawa Barat.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri pun, membenarkan mengenai target sasaran ituJaringan itu berencana melakukan aksi teror dengan melakukan pengeboman di beberapa kantor kepolisian wilayah Jabar. Salah satu yang diincar Markas Polda Jabar.

Hal itu pula berdasarkan pengakuan dua rekan pelaku Yayat Cahdiyat yaitu Agus Sujatno alias Abu Muslim dan Soleh alias Abu Mursam alias Zalzalah. Bahkan Boy menegaskan, ada beberapa sasaran dalam aksi teror itu. Antara lain kantor kepolisian Polda Jabar, Polres Cianjur dan Pos Lalu Lintas Batu Kota Bandung.

Boy menambahkan, teror bom panci diduga sebagai rangka aksi balas dendam kepada petugas polisi yang melakukan penangkapan tersangka teroris. "Ini wujud dari aksi balas dendam yang hendak mereka tujukan dalam cara-cara melakukan serangan balik kepada petugas dan markas petugas (kepolisian)," kata mantan Kapolda Banten itu. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,