Hujan dan Badai Hantam 3 Balon Udara Jelajah Cappadocia

Hujan dan Badai Hantam 3 Balon Udara Jelajah Cappadocia

Wisata balon udara sangat populer untuk menjelajahi wilayah Cappadocia Turki. (foto - Daily Mail)

Cappadocia - Sedikitnya tiga balon udara melakukan pendaratan darurat di bagian Turki tengah, menyebabkan empat puluh sembilan orang yang sebagian besar wisatawan asing terluka. Balon udara itu membawa wisatawan Eropa, Cina dan Korea untuk menjelajahi wilayah Cappadocia Turki.
 
Namun tiba-tiba angin kencang menghantam mereka, beberapa balon udara pun terpaksa melakukan pendaratan darurat karena "terombang-ambing" di udara. "Sembilan dari mereka yang terluka dirawat karena patah tulang, sedangkan sisanya luka ringan dan sudah dipulangkan dari rumah sakit", sebut kantor berita Dogan.
 
Seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (14/3/2017) salah satu pilot balon udara mengatakan, mereka berangkat pukul 07.00 pagi dari Goreme, dan saat itu cuaca cukup bersahabat. Ketiga balon udara itu diyakini bagian dari 10 balon udara yang berangkat bersama.
 
Salah seorang pilot mengatakan, balon udara tiba-tiba dihantam angin dan hujan deras, dan mereka harus melakukan pendaratan darurat di dekat Desa Sofular di Distrik Urgup akibat balon melayang di luar kendali. Tak ada kesalahan pilot saat melakukan pendaratan.
 
Pejabat dari Rumah Sakit Kapadokya yang mengobati beberapa korban luka akibat insiden itu mengatakan kepada Hurriyet Daily News, tidak ada seorang pun yang berada dalam kondisi kritis. "Ada 12 orang yang terluka di rumah sakit kami," kata Fatih Yakut selaku kepala dokter di rumah sakit. "Tiga di antaranya mengalami patah tulang, dan lainnya hanya luka ringan akibat pendaratan darurat".
 
"Tak ada korban luka yang kritis. Sebanyak 12 orang yang ada di rumah sakit kami adalah kelompok wisatawan Korea".
Cappadocia dikenal sebagai wilayah batuan vulkanik. Daerah ini terletak di sekitar 180 mil di selatan ibukota Ankara dan dikunjungi oleh 2,5 juta wisatawan lokal dan asing setiap tahunnya. (Jr.)**
.

Categories:Wisata,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait