UE Bahas Investasi di Indonesia

UE Bahas Investasi di Indonesia

Seorang perempuan mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (14/11). Menutup perdagangan akhir pekan IHSG naik tipis 0,820 poin (0,02%) ke level 5.049,488 karena menunggu kepastian harga bahan ba

Jakarta - Uni Eropa dan pemerintah Indonesia akan membahas rencana investasi dari negara-negara yang tergabung dalam persatuan tersebut, dalam Dialog Bisnis Uni Eropa-Indonesia (European Union-Indonesia Business Dialogue/EIBD) kelima pada 19 November 2014 di Jakarta.

"EIBD merupakan forum tahunan yang dilakukan oleh para pemimpin bisnis Indonesia dan Eropa. EIBD diadakan untuk mengidentifikasi dan menciptakan peluang-peluang baru untuk meningkatkan investasi dan perdagangan antara Uni Eropa dan Indonesia," kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN Olof Skoog di Jakarta, Jumat (14/11/2014).

Menurut Olof, melalui dialog tersebut, pihak Uni Eropa ingin mengetahui lebih jauh tentang pandangan pemerintah Indonesia yang baru terhadap kesesuaian peran bisnis Uni Eropa dengan agenda ekonomi nasional Indonesia.

"Dalam bisnis dialog kali ini kita juga akan berkonsentrasi pada keperluan untuk mempertahankan daya tarik Indonesia bagi masuknya investasi asing dari Eropa," ujar dia.

Duta Besar Uni Eropa itu mengatakan bahwa rencana Presiden Joko Widodo menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen tentu memerlukan dorongan investasi.

"Pertumbuhan ekonomi yang begitu besar tentu memerlukan masuknya investasi. Investasi itu bisa bergulir menjadi efek domino ke arah penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan produk domestik, dan bisa mengurangi impor dengan produk buatan Indonesia," kata dia.

Kepala Penasihat Ekonomi dan Perdagangan Uni Eropa, Harvey Rouse, menyebutkan bahwa Uni Eropa saat ini merupakan investor terbesar bagi Indonesia, yakni dengan total investasi sebesar 3,2 miliar dolar AS pada 2014, yang disusul Jepang pada posisi kedua dengan nilai investasi tahun ini sekitar dua miliar dolar AS.

"Nilai investasi Uni Eropa di Indonesia mencapai 3,2 miliar dolar AS. Kami diatas Jepang dan Tiongkok," tutur Harvey.

Selanjutnya, Olof mengatakan pihaknya menyambut baik niat Presiden Jokowi untuk mempermudah birokrasi dan memberikan jaminan investasi di Indonesia.

"Itu salah satu daya tarik bagi kami, kepastian investasi untuk jangka panjang dan kemudahan berinvestasi," ucapnya.

Menurut dia, ke depan negara-negara anggota Uni Eropa akan lebih berinvestasi pada lima sektor strategis, yaitu Otomotif; Pertanian, makanan dan minuman; Infrastruktur, kelautan dan logistik; Farmasi dan kosmetik; serta Energi dan energi terbarukan.

Akan tetapi, Olof tidak dapat menyebutkan target investasi Uni Eropa ke Indonesia dalam waktu dekat, karena keputusan untuk berinvestasi ada pada masing-masing perusahaan swasta Eropa.

Pada kesempatan itu, ia pun mengatakan bahwa Uni Eropa mendukung visi-misi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang kuat.

"Kami ingin mendukung visi Presiden Jokowi tentang poros maritim. Untuk itu diperlukan investasi yang besar di bidang infrastruktur," kata dia.

Konferensi EIBD 2014 ini diselenggarakan oleh Uni Eropa-Indonesia Business Network (EIBN) dan komunitas bisnis Indonesia, seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Pelaksanaan EIBD 2014 juga didukung oleh lima kamar dagang Eropa di Indonesia, yaitu BritCham, EKONID, EuroCham, IFCCI, dan INA. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,