Kontribusi Pasar Modal Masih Rendah

Kontribusi Pasar Modal Masih Rendah

Kontribusi Pasar Modal Masih Rendah

Jakarta - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida menilai bahwa kontribusi industri pasar modal Indonesia masih rendah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

"Perkembangan ekonomi suatu negara tidak lepas dari peran pasar modal. Di negara-negara berkembang, peran pasar modal sejajar dengan sektor keuangan lainnya seperti perbankan maupun industri keuangan non bank (IKNB), namun pasar modal kita masih rendah kontribusinya," ujar Nurhaida di Jakarta, Jumat (14/11/2014).

Untuk mendorong peran pasar modal terhadap perekonomian Indonesia, lanjut dia, OJK bersama dengan pihak terkait akan memaksimalkan elemen-elemen yang dapat mendukung industri pasar modal salah satunya dengan peningkatan jumlah investor.

"Investor masih relatif rendah, adanya sinergi infrastruktur pasar modal dengan perbankan diharapkan memudahkan akses masyarakat dalam berinvestasi menjadi lebih mudah," katanya.

Dalam memperkenalkan pasar modal, Nurhaida mengatakan pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan edukasi diantaranya melalui program "goes to campus", program Sekolah Pasar Modal (SPM), dan Gerakan Nasional Cinta (Genta) Pasar Modal.

"OJK terus-menerus melakukan sosialisasi ke masyarakat, akademisi, Ibu Rumah Tangga, bahkan ke Pesantren," katanya.

Tercatat, dalam data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) jumlah sub rekening efek di C-BEST (Central Depository and Book Entry Settlement System) sebanyak 458.870 nasabah per Oktober 2014.

Nurhaida juga mengatakan bahwa untuk mempertahankan investor yang sudah ada agar tetap berada di pasar modal, terdapat beberapa langkah diantaranya terus memberikan pemahaman tentang industri pasar modal, dan kemudahan akses yang dbarengi dengan kenyamanan dan keamanan dalam berinvestasi.

"Hal itu akan kita dorong terus secara berkelanjutan," ujar Nurhaida. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,