Muslim London Himpun Dana untuk Korban Westminster

Muslim London Himpun Dana untuk Korban Westminster

Komunitas Muslim London menggagas kampanye pengumpulan dana untuk mendukung keluarga korban serangan teror Westminster. (foto - Reuters)

London - Komunitas Muslim London menggagas kampanye pengumpulan dana, untuk mendukung keluarga korban serangan teror Westminster. Hingga Kamis 23 Maret 2017, total sumbangan terkumpul £3.000. Jumlah itu diperoleh hanya satu jam, setelah peluncuran kampanye tersebut.
 
Muslim United for London melihat sumbangan itu mengalir setelah dipublikasikan melalui halaman donasi online. Dana itu akan digunakan untuk mendukung korban dan keluarga korban, dari serangan teror di Westminster yang menewaskan lima orang dan melukai 40 lainnya.
 
"Komunitas Muslim Inggris berada di tengah masyarakat, melewati masa-masa sulit dan memperluas dukungan mereka dalam penggalangan dana. Ini untuk membantu kebutuhan jangka pendek dari keluarga Keith Palmer, korban lainnya dan keluarga korban," sebut Muslim United for London lewat sebuah pernyataan.
 
"Meski jumlah uang tidak akan membawa kembali kehidupan yang hilang atau mengambil dari rasa sakit para korban dan keluarga mereka, kami berharap cara ini dapat membantu mengurangi beban mereka," sebut pernyataan itu.
 
Dikutip dari The Independent, kampanye tersebut datang saat Mohammed Shafiq, Chief Cxecutive dari Yayasan Ramadhan, dengan menyerukan peningkatan keamanan di luar masjid.
 
"Para teroris bertujuan untuk memecah belah masyarakat. Kemungkinan paling besar dengan menyebarkan isu perpecahan dan kebencian. Namun sebagai warga negara Inggris, kami akan terus bekerja untuk menuntun masyarakat, bersama-sama kalahkan ideologi kekerasan," kata Shafiq.
 
"Sayangnya, setelah kekejaman teroris menyerang Muslim tidak bersalah dan Masjid kami ditargetkan sebagai tindakan kebencian Muslim, kita perlu tetap waspada agar tidak mudah terprovokasi," tegas pria yang juga menjabat sebagai Editor di Ummah Channel Political itu.
 
Seperti diketahui, lima orang termasuk pelaku penyerangan tewas akibat serangan di depan gedung Parlemen Inggris, atau dikenal sebagai Palace of Westminster. Sementara, sekitar 40 orang lainnya luka-luka dalam serangan yang mengakibatkan kekacauan di salah satu kota tersibuk itu.
 
Polisi Metropolitan London Komisaris Mark Rowley menduga, pelaku penyerangan telah terinspirasi oleh terorisme internasional. Pihaknya mengaku mengetahui identitas penyerang namun demikian dia menolak untuk memberikan rincian.

Menurut Rowley, penyerangan dimulai ketika mobil itu melewati Westminster Bridge, memukul dan melukai sejumlah warga sipil dan tiga polisi. "Mobil itu kemudian menabrak pagar luar parlemen, lalu seorang pria bersenjata melakukan serangan dan coba memasuki gedung," katanya.

Penyerang pun berhasil ditembak mati setelah menikam seorang polisi hingga mati. Sedangkan tiga korban lainnya di antara mereka ditabrak mobil. Banyak orang tergeletak di jalanan, dengan darah yang mengalir dari badannya setelah tak sadarkan diri. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,