Polres Metro Bekasi Benarkan Penangkapan Terduga Teroris

Polres Metro Bekasi Benarkan Penangkapan Terduga Teroris

Kepala Polres Metro Bekasi Kombespol Asep Adi Saputra. (foto - ist)

Bekasi - Polres Metro Bekasi Jawa Barat membenarkan telah terjadi penangkapan seorang laki-laki berinisial SM alias Abu Ridho. Terduga teroris itu ditangkap Tim Densus 88, pada Kamis 23 Maret 2017 lalu.
 
"Penangkapan berlangsung di Kompleks Penginapan Desa Tanjung Baru Kecamatan Cikarang Timur, yang dilakukan secara cepat serta tidak ada yang tahu," kata Kepala Polres Metro Bekasi Kombespol Asep Adi Saputra di Kabupaten Bekasi, Minggu (26/3/2017).
 
Ia menjelaskan, penangkapan berlangsung cepat dan tanpa adanya perlawanan dari pelaku, yang berlangsung pada pukul 17.00 WIB. Dengan tertangkapnya anggota terduga teroris itu, polisi akan terus melakukan peningkatan keamanan, baik pantauan atau pun razia daerah sekitar agar lebih kondusif wilayah hukumnya. "Penangkapan itu sudah terjadi dua kali, pertama pada 2016 dan sekarang Maret 2017," katanya. 
 
Namun demikian, di pengamanan wilayah hukumnya perlu kerja sama dari masyarakat setempat agar tercipta suasana damai, baik dalam bermasyarakat maupun kegiatan keseharian.
 
Menurutnya, dalam penangkapan itu memang tidak ada koordinasi bersama, karena sudah ada pemetaan area dan juga menyebarkan pengintai dengan dibantu oleh peralatan dari interpol. "Tentu saja anggota Densus 88 dengan sigapnya mengamankan pelaku terduga teroris beserta barang bukti," tegasnya.
 
Sementara itu, sejumlah warga Desa Tanjung Baru Kecamatan Cikarang Timur menyatakan, dalam penangkapan itu tidak ada yang tahu dan tiba-tiba banyak orang dengan senjata api. Mereka kemudian masuk ke dalam penginapan lalu keluar membawa tersangka, dengan tangan diborgol layaknya tahanan.
 
Dalam penangkapan itu memang sudah ada komunikasi untuk tidak keluar masuk daerah setempat dengan bebas. Dalam kejadian itu manajemen hotel hanya menyatakan, adanya terduga teroris yang menginap di salah satu kamar.
 
"Namun dalam penjelasan itu warga beserta penghuni kamar hotel lainnya dilarang masuk ke dalam kamar terduga teroris tersebut, karena kebijakannya memang demikian," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,