Sekeluarga Tewas Akibat Banjir Terjang Padang Sidempuan

Sekeluarga Tewas Akibat Banjir Terjang Padang Sidempuan

Lima orang warga tewas akibat banjir bandang yang menerjang Padang Sidempuan Sumatera Utara. (foto - ist)

Medan - Lima korban yang tewas akibat musibah banjir bandang yang menerjang Kota Padang Sidempuan Sumatera Utara, berhasil teridentifikasi. Empat di antaranya merupakan satu keluarga yang saat banjir meerjang, sedang berada di kebun.
 
Menurut Kepala BPBD Kota Padangsidempuan Khairul Harahap mengatakan, lima korban tewas yaitu Syahriana Situmorang, Rafiah Sarumpaet, Sakinah Sarumpaet, Saikum Sarumpaet (satu keluarga) dan Bahar Efendi.
 
Syahriana Situmorang dan keluarganya tinggal di Lingkungan III, Kelurahan Lubuk Raya. Sedangkan Bahar Effendi adalah warga lingkungan I Sitataring, Kelurahan Batang Ayumi Julu.
 
Khairul menjelaskan, Syahriana Situmorang dan anggota keluarga lainnya semula berkebun. Saat hujan mereka di sebuah gubuk yang tidak jauh dari Sungai Aek Sipogas. "Saat berteduh itu ternyata air sungai meluap dan keempat korban terseret banjir bandang," katanya, Senin (27/3/2017).
 
Tiga korban ditemukan terlebih dahulu, kemudian satu korban lagi beberapa saat berselang. Sementara Bahar Efendi meninggal akibat rumahnya terkena banjir bandang.
 
Sebelumnya, hujan deras melanda kawasan Kabupaten Tapanuli Selatan. Akibat hujan deras tersebut, Sungai Batang Ayumi dan Sungai Aek Sipogas meluap, yang mengakibatkan Kota Padangsidempuan diterjang banjir bandang.
 
Banjir juga menyebabkan puluhan rumah rusak dan hanyut. Sementara tujuh kendaraan yang sedang diparkir turut terbawa arus banjir bandang. Kerugian material akibat musibah ini ditaksir mencapai Rp 4,5 miliar.
 
Sementra itu, pihak kepolisian melaporkan, selain lima korban tewas ada empat warga lainnya yang terluka akibat banjir tersebut. Sebanyak 33 unit rumah hancur, 17 rumah rusak, dan 7 unit kendaraan bermotor hanyut.
 
Menurut Kepala Satuan Reserses Kriminal Kepolisian Resor Kota Padang Sidempuan, Ajun Komisaris Polisi Zul Efendi, banjir bandang tersebut terjadi setelah hujan deras di kawasan Tapanuli Bagian Selatan, Sumatera Utara, pada Minggu siang.
 
Warga yang tinggal di bantaran Sungai Batang Ayumi Kota Padang Sidempuan, mendadak panik. Soalnya air naik disertai lumpur dan material kayu bersama air, menyapu bangunan rumah mereka. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,