1 April Cisomang Bisa Dilewati Kendaraan Maksimal 45 Ton

1 April Cisomang Bisa Dilewati Kendaraan Maksimal 45 Ton

Jembatan Cisomang di ruas Tol Purbaleunyi. (foto - ist)

Purwakarta - Mulai 1 April 2017  seluruh golongan kendaraan sudah dapat melintasi Jembatan Cisomang. Namun tetap ada filtering kendaraan, yakni dengan beban gandar maksimum 10 ton, dan beban untuk kendaraan golongan V maksimum 45 ton. 

Kendaraan yang melebihi muatan akan terdeteksi dengan menggunakan alat WIM (weigh in motion). WIM merupakan alat pengukuran beban kendaraan. Mekanisme filtering kendaraan, yakni menempatkan filtering portable untuk mengecek otomatis kelebihan muatan di ruas Tol Cipularang. 

WIM akan dipasang di Km 70 (arah ke Bandung) dan Km 120 (arah ke Jakarta). Filtering lainnya, WIM juga ditempatkan di ruas Km 83+600 a arah ke Bandung dan Km 120+600 b arah ke Jakarta. Indikator lainnya, kendaraan dengan laju di bawah 40 kilometer/jam akan dikeluarkan oleh petugas, serta pemeriksaan visual terhadap dimensi muatan kendaraan. 

Kendaraan yang mengarah ke Bandung jika kelebihan muatan akan dikeluarkan di Km 84 atau Gerbang Tol (GT) Jatiluhur. Sementara kendaraan yang mengarah ke Jakarta akan dikeluarkan di Km 116 atau Gerbang Tol (GT) Cikamuning.

Demikian dikemukakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuldjono padat konferensi pers progres penanganan Jembatan Cisomang di Kampung Wadon Desa Sawit Kecamatan Darangdan Purwakarta, Senin (27/3/2017).

"Dengan demikian, kendaraan yang melebihi ketentuan akan dikeluarkan dari tol. Kalau tidak begitu, akan selalu berhadapan dengan jalan rusak. Laju kendaraan kalau di bawah 40 km akan kami keluarkan dari jalan tol. Agar disiplin, batas maksimal hanya 45 ton," katanya.

Menurutnya, meski telah dibuka bagi semua kendaraan, ketentuan dan filtering kendaraan akan diujicoba selama sebulan. Lalu akan dilanjutkan hingga 20 September 2017, sesuai target masa penanganan permanen Jembatan Cisomang. 

Ke depan, pembatasan muatan kendaraan akan dilakukan secara permanen, sesuai koordinasi Kementerian Perhubungan RI, Jasa Marga, Kakorlantas dan Kemen-PUPR. "Semua golongan kendaraan bisa melintasi Jembatan isomang, dengan catatan tidak boleh melebihi beban," tegas Menteri.

Sementara itu, General Manager Jasa Marga Tol Purbaleunyi, Setia Budi menyatakan anggaran yang dikeluarkan untuk tahap pertama mencapai Rp 90 miliar. Meliputi pengerjaan penguatan fondasi atau pengerjaan darurat.

Setelah selesai pengerjaan pada tahap pertama, semua golongan kendaraan sudah bisa melewati jembatan Cisomang pada 1 April. Namun, masih ada pengecualian bagi kendaraan yang memiliki beban yang terlalu berat.

"Menurutnya, perbaikan akan dilanjutkan dengan pengerjaan tahap kedua atau disebut pengerjaan permanen. Diperkirakan, pengerjaan permanen akan menelan biaya total menjadi Rp 120 miliar hingga Rp 130 miliar, dan ditargetkan selesai pada akhir September 2017. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,