Pemkot Bandung Gandeng Iwapi Gali Potensi Pengusaha Wanita

Pemkot Bandung Gandeng Iwapi Gali Potensi Pengusaha Wanita

Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto, saat membuka Rapat Kerja Cabang 1 Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kota Bandung di Gedung Wanita Jalan LLRE Martadinata, Senin 27 Maret 2017. (foto - ist)

Bandung - Untuk mengembangkan potensi para pengusaha wanita yang berada di Kota Bandung, harus ada kerja sama antara Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia dan Pemerintah Kota Bandung. Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto, saat membuka Rapat Kerja Cabang 1 Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kota Bandung di Gedung Wanita Jalan LLRE Martadinata, Senin (27/3/2017).
 
"Harus ada sinergi antara Iwapi sebagai lembaga dan Pemkot Bandung, untuk menggali dan mengembangkan potensi serta keahlian kaun ibu. Hal itu untuk menyebarkan usaha, paling tidak mereka dapat membantu perekonomian keluarga," katanya.
 
Menurut Yossi, pertumbuhan perekonomian Kota Bandung berkembang sangat pesat mencapai 6,8 persen. Artinya, laju perekonomian Kota Bandung lebih besar dari pada Jawa Barat yang mencapai 5,3 persen dan 5,0 tingkat nasional. "Berdasarkan data statistik, kita layak bersyukur pertumbuhan perekonomian sangat pesat. Namun jumlah kemiskinan pun cukup tinggi, yang seharusnya jika pertumbuhan ekonomian naik, grafik kurva kemiskinan turun," katanya.
 
Melihat dari data itu, penyebab ketidakseimbangan itu karena penggerak ekonomi di Kota Bandung masih berada dalam genggaman masyarakat menengah ke atas, yang merupakan bukan masyarakat asli Kota Bandung. Oleh karena itu, Pemkot Bandung akan memberdayakan masyarakat asli Kota Bandung agar bisa mengelola dan menggerakan perekonomian di Kota Bandung.
 
"Secara data harusnya semua itu tidak terjadi, penyebabnya ternyata roda perekonomian itu masih dilaksanakan oleh kalangan menengah ke atas, yang sejatinya bukan masyarakat asli Bandung. Misalnya, hotel, restauran dan tempat lain dapat kita lihat masih dipegang oleh masyarakat tetangga kita. Makanya Pemkot Bandung terus menyuarakan semangat untuk memberdayakan masyarakat menengah ke bawah untuk memberantas kemiskinan," tegas Yossi.
 
Lewat komitmennya, Pemkot Bandung terus memberdayakan potensi wanita, terbukti dengan dilantiknya seorang camat wanita. Dengan perkembangan zaman seorang wanita saat ini mampu untuk menjadi penggerak bahkan menjadi pelopor sebuah perubahan. "Memang kita sedang mendorong kesamaan gender, maka jangan heran jika nanti banyak wanita yang menjadi penggerak," katanya.
 
Yossi berharap, dengan segala kemampuan yang ada wanita di Kota Bandung dapat terus mengembangkan keahliannya. Lewat Iwapi, wanita pengusaha dapat terus menghasilkan gagasan dan perubahan yang positif, untuk menjadikan sebuah tatanan hidup yang berkualitas. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,