BNN Kukuhkan Puteri Indonesia 2017 Penggiat AntiNarkoba

BNN Kukuhkan Puteri Indonesia 2017 Penggiat AntiNarkoba

Finalis Puteri Indonesia berkunjung ke Badan Narkotika Nasional (BNN), Senin 27 Maret 2017. (foto - Twitter)

Jakarta - Jelang babak grandfinal untuk memilih Puteri Indonesia menggantikan Puteri Indonesia Kezia Warouw, Mooryati Soedibyo selaku pemilik Mustika Ratu mengajak ke-38 finalis Puteri Indonesia ke Badan Narkotika Nasional (BNN). Hal itu untuk mendapat pembekalan dan penyematan PIN BNN dari Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Budi Waseso.
 
Alasannya, banyak kasus penyalahgunaan narkotika belakangan ini. "Kami menyaksikan betapa banyak prestasi BNN di Indonesia. Bahkan, akhir-akhir ini begitu berkembang di segala bidang, terutama mengajak anak muda menghindari bahaya narkoba," aku Mooryati di Kantor BNN Cawang Jakarta Timur, Senin (27/3/2017).
 
Sebagai Puteri Indonesia harus bisa menjadi duta anti-narkoba. Hal itu bisa menjadi predikat membanggakan karena bisa ikut berperan mengampanyekan gerakan anti-narkoba. "Finalis Puteri Indonesia 2017 dari 33 provinsi punya tugas untuk membantu pemberantasan narkoba. Sesudah terpilih, mereka harus menjadi duta anti-narkoba, dan mengampanyekan gerakan anti-narkoba di daerahnya," katanya.
 
Katerlibatan Puteri Indonesia dalam kampanye itu dirasa efektif, karena dapat memberi contoh gaya hidup sehat yang mampu berprestasi, sekaligus menjadi kebanggaan keluarga, diri sendiri, lingkungan serta bangsa dan negara.
 
Sementara itu, Kepala BNN Komjen Budi Waseso berharap, kegiatan itu melahirkan figur untuk menjembatani BNN menyuarakan semangat anti-narkoba di wilayah masing-masing finalis. "Remaja dan anak-anak akan tertarik dengan figur itu. Apapun yang disampaikannya jadi didengar. Hal ini jadi aset negara," kata Buwas.
 
”"Baru saja figur publik seperti Ridho Rhoma tertangkap karena narkoba. Masak figur publik (seperti itu) menjadi contoh. Saya harap, Puteri Indonesia menjadi contoh untuk bangsa dan negara, yang bisa memberi penyuluhan di masing-masing daerahanya untuk tidak memakai narkoba," ungkapnya.
 
Sebelumnya, para finalis Puteri Indonesia itu pun menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta Selatan. Kedatangan para finalis ajang kecantikan itu diterima oleh Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan. 
 
Menurut Basaria, kedatangan mereka ternyata untuk mendalami apa itu korupsi. "Kami sudah jelaskan tadi ada tiga hal, yaitu agar puteri kita finalis ini nanti tidak menjadi pelaku atau turut membantu dalam suatu kasus atau perkara tindak pidana‎," katanya.
 
Lalu, pihaknya memberikan informasi kepada para wanita cantik ini agar tidak menjadi korban karena ketidaktahuannya terhadap tindakan, yang dapat berdampak pada perbuatan korupsi. Dan paling penting, kami meminta para finalis menjadi agen perubahan mereka nantinya akan menjadi duta anti-korupsi yang akan berbicara tentang pencegahan korupsi.
 
"Untuk itu, para finalis Puteri Indonesia tersebut dapat menjadi contoh serta teladan bagi masyarakat, khususnya dalam‎ pemberantasan tindak pidana korupsi," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,