Itoc Tidak Bisa Mengelak atas Pengakuan Aditya Wicaksana

Itoc Tidak Bisa Mengelak atas Pengakuan Aditya Wicaksana

Itoc Tochja.

Bandung - Pengadilan Negeri (PN) kelas 1A Bandung Jalan L.L.R.E Martadinata Bandung kembali menggelar sidang lanjutan kasus suap, yang menyeret Mantan Walikota Cimahi Atty Suharti dan suaminya Itoc Tochja, Kamis (30/3/2017).
 
Seperti dalam sidang sebelumnya, agenda kali ini masih mengambil keterangan para saksi dari kalangan pengusaha. Tujuh saksi dihadirkan dalam persidangan yang terkait dalam perencanaan proyek pasar atas Cimahi tahap II.

Saksi Aditya Wicaksana menyatakan, dirinya kenal dengan Itoc Tochja dari Daerul. Daerul merupakan penyambung Itoc dengan kontraktor. Aditya mengatakan, pada 2015 akhir, ia melakukan pertemuan diajak Daerul untuk bertemu Itoc membahas sejumlah proyek. Namun tidak disebutkan secara spesifik.

"Pak Daerul mengajak, bertemu dengan Pak Itoc jika  mau berminat. Akhirnya ketemu di malam tahun baru. Yang hadir ada Bu Yana, Yudis, Itoc, Daerul," katanya.

JPU dari KPK  Ronald Ferdinand Worotikan mempertanyakan Aditya mengapa percaya dengan Daerul, padahal dia tidak punya jabatan di Pemkot Cimahi. Namun Aditya percaya karena Daerul punya hubungan baik dengan semua orang, khususnya di Pemkot Cimahi.

Menurut Aditya, saat pertemuan Itoc lalu menggambar di papan tulis sebuah gedung. Belakangan diketahui Gedung Cimahi Teknopark. "Selain itu ada membahas proyek lain, yakni fly over Padasuka," tambahnya.

Mengenai apakah ada permintaan fee untuk nantinya dibagi-bagi dalam proyek pasar atas, Aditya mengatakan, memang ada fee atau bagi-bagi jatah. Pembagian fee sebanyak 13 persen dari nilai kontrak Rp 135 miliar.  Dia mendapat informasi itu dari Daerul. "Pembagian itu untuk mendapatkan proyek Pasar Atas Cimahi," tegasnya.

Aditya mengatakan, terdakwa Triswara Dhani Brata alias Ade membawa cek senilai Rp 1 miliar pada malam tahun baru, atas nama PT Suara Maju Jaya. Ade merupakan direktur perusahaan itu. Tak lama berselang, Ade juga menitipkan cek Rp 900 juta untuk Daerul. "Cek itu dua-duanya dicairkan oleh Ny Yana," katanya.

Saksi lain, Siti Nursifah yang merupakan staf admin keuangan kantor di PT Suara Maju Jaya mengetahui ihwal cek tersebut. "Pak Ade nyuruh menyiapkan cek saja. Mendapat konfirmasi, dari Bank Kaltim dicairkan oleh Bu Yana. Tidak lama dari cek yang pertama Ade juga meminta cek 900 juta dan dicairkan juga oleh Bu Yana," katanya.

Ia disuruh oleh Ade untuk menyerahkan uang Rp 250 juta kepada ajudan Itoc. "Saya diminta untuk ketemu orang, dan itu adalah ajudan pak Itoc, Pak Aom menyerahkannya di Serpong. Pak Aom bawa mobil saya bawa motor," ungkapnya.

Dalam persidangan itu juga dihadirkan konsultan politik dari Atty Suharti, yang digunakan untuk memenangkan Cawalkot pada Pilkada Cimahi 2017 lalu. Untuk memenangkan Pilkada, Atty telah mengirimkan uang Rp 1,4 miliar kepada konsultan politiknya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,