Sekjen FUI Tetap Tidak Mau Teken Surat Penangkapan

Sekjen FUI Tetap Tidak Mau Teken Surat Penangkapan

Tim Pembela Muslim (TPM) Ahmad Midan ketika mendampingi Al Khaththath di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jumat 31 Maret 2017. (foto - ist)

Jakarta - Polisi mengklaim telah memiliki dua alat bukti, terkait penangkapan Koordinator Aksi 313, Al Khathtath. Namun sejauh ini, Khaththath enggan menandatangani surat penangkapan.

Demikian diungkapkan Tim Pembela Muslim (TPM), Ahmad Midan ketika mendampingi Al Khaththath di Mako Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat, Jumat (31/3/2017).

"Penyidik bilang memiliki dua alat bukti, apa saja? Tidak disebutkan. Namun hingga saat ini ustaz (Al Khaththath) tidak bersedia menandatangani surat penangkapan," katanya.

Di Markas Brimob, Al Khaththath diperiksa sebagai tersangka kasus makar Pasal 107. "Iya tadi saya tanya, diperiksa konteksnya apa? Katanya sebagai tersangka," kata Ahmad Midan.

Namun, kepada penyidik Khaththath menegaskan jika dirinya tidak pernah berniat melakukan makar seperti yang dituduhkan. "Di dalam baru beberapa pertanyaan, khususnya tentang kegiatan beliau. Ustaz menyatakan hanya ingin melaksanaakan demo sebagai penanggung jawab, tidak pernah berniat makar".

Khathtath yang juga menjabat sebagai Sekjen FUI itu ditangkap saat tengah berada di sebuah hotel di kawasan Jakarta bersama istrinya, Jumat dinihari sekitar pukul 02.00 WIB. Sejauh ini, sejumlah tim kuasa hukum masih berada di dalam Markas Brimob. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,