Peneliti LIPI, Kasus Penistaan Agama Hanya Isu Politik

Peneliti LIPI, Kasus Penistaan Agama Hanya Isu Politik

Amin Mudzakkir di Rumah Pemenangan Cemara Menteng Jakarta Pusat, Senin 3 April 2017. (foto - ist)

Jakarta - Setelah menyinggung surat Al Maidah ayat 51Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama. Namun Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amin Mudzakkir meyakini, kasus ittu kental kepentingan politik di Pilgub DKI.

Amin menjelaskan, itu karena ada lima orang menjadi saksi ahli agama dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). "Menariknya, lima orang ini memiliki pandangan berbeda," kata Amin di Rumah Pemenangan Cemara Menteng Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017).

Dari lima ahli agama NU katanya, dua orang menyatakan Ahok melakukan penodaan agama Islam. Sebaliknya, justru tiga orang lainnya menilai tidak menodai Islam. Menurut Amin, hal tersebut menarik untuk dicermati.

Alasannya, jarang sekali di kalangan ahli agama Islam ada ketidaksepakatan mengenai kasus Ahok. "Karena tidak ada ketidaksepakatan, menunjukkan sejak awal ini (kasus penistaan agama) adalah isu politik pilkada," tegas Amin.

Apalagi dengan dibawanya kasus hukum Ahok disertai pergerakan massa begitu banyak. Ia meyakini, hal itu merupakan isu politik. "Jadi ini hanya manuver-manuver politik menjelang pilkada," katanya. 

Sejauh ini, Ahok berstatus sebagai terdakwa dalam perkara dugaan penodaan agama. Pernyataannya terkait Surah Al-Maidah Ayat 51 berhasil membawanya ke meja hijau. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 a KUHP atau Pasal 156 KUHP. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait