Ketahuan Bohong, Warga AS Boikot Produk Fesyen Ivanka

Ketahuan Bohong, Warga AS Boikot Produk Fesyen Ivanka

Ivanka Trump.

Washington DC - meski secara tidak langsung tak mengakui, situs jual beli bed Bath & Beyond tampaknya tak lagi mau menawarkan dan menjual berbagai barang dagangan produk Ivanka Trump.
 
Berdasarkan pernyataan Bed Bath & Beyond, pihaknya masih menjual barang punya Ivanka. Namun di situsnya sendiri tidak menampilkan barang-barang Ivanka Trump tersebut.
 
Sejak semakin maraknya gerakan boikot terhadap keluarga presiden Amerika Serikat itu dengan tajuk "GrabYourWallet, Bed Bath & Beyond" pun mulai terbuka. 
 
Salah satu perwakilan pelanggan menyampaikan kepada pembeli lewat surat elektronik, mereka sudah tidak lagi memakai produk milik Ivanka Trump. "Saat ini, kami tidak lagi membawa barang Trump ke dalam situs kami," demikian tertulis di surel mereka.
 
Dikutip Independent, meski demikian, juru bicara situs tersebut menyebutkan kalau mereka tidak membuat keputusan berdasarkan dukungan politik. "Kami minta maaf atas pernyataan yang kami lontarkan beberapa saat lalu. Kami tidak membuat keputusan penjualan barang berdasarkan keyakinan politik siapa pun," kata Shannon Coulter.
 
Menurut Shannon, masih ada beberapa produk milik Ivanka terjual di situs mereka. Namun demikian, dari penelusuran yang dilakukan, tidak ditemukan satu pun produk milik putri sulung Donald Trump tersebut di situsnya.
 
Protes bertajuk "GrabYourWallet" tersebut terjadi karena pemberitaan beberapa media, yang melakukan penelusuran barang jualan Ivanka. Terbongkar, Ivanka membeli barang dari Cina, padahal sang ayah sendiri melarang penggunaan produk Negeri Tirai Bambu di negaranya.
 
Dalam pidato pelantikan Donald Trump 20 Januari lalu, ia berulang kali mengatakan untuk membeli produk asli Amerika Serikat. Namun demikian penelusuran menyebutkan, putri sulungnya malah membeli 50 ton baju dari Cina.
 
Pengiriman baju itu sudah terjadi 82 kali, dimulai sejak 8 November 2016 hingga 26 Februari lalu, di mana sang ayah sudah terpilih sebagai presiden AS. Ia pun kemudian mengirimkan barang dari Cina, termasuk 53,5 ton pakaian lewat pelabuhan AS.
 
Mengetahui hal tersebut, banyak warga AS merasa benar-benar dirugikan. Mereka kemudian memulai protes untuk tidak membeli barang dagangan Ivanka, yang nilai jualnya sangat fantastis. (Jr.)**
.

Categories:Fesyen,
Tags:,